Masih Kurang 12 Lokal, Bustanul Quran Pondok Tercepat Perkembangannya di Kalbar

oleh
KH Joko Supeno Mukti AH Bersama Ustaz M Yusuf saat meninjau madrasah Aliyah BA yang baru jadi.

MELAWINEWS.COM, MELAWI-Pondok Pesantren Bustanul Quran Kabupaten Melawi menjadi pondok yang mengalami perkembangan paling cepat di Kalimantan Barat. Bermula dari satu santri saat ini pondok asuhan KH Joko Supeno Mukti Ah tersebut sudah memiliki 500 santri lebih.

Rabu (10/7) kemarin melawinews berkesempatan mengunjungi pondok pesantren yang terletak di Jalan Waterpark. Kedatangan kami disambut langsung oleh KH Joko Supeno Mukti di ruang kerja yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya.

Terlihat para santri melakukan berbagai aktivitas, usai melaksanakan salat asar berjamaah, namun kebanyakan mereka sedang mengaji dan menghafal al quran. Sebab pada pukul.17.00 mereka harus melakukan setoran hafalan kepada para pembimbing yang ada.

“Setoran hafalan nanti sampai magrib, sekarang ini mereka sedang persiapan untuk setor hafalan. Nah usai magrib nanti lanjut lagi setoran hafalan” kata KH Joko.

Pondok pesantren bustanul quran memang lebih fokus pada menghafal al quran, untuk saat ini sudah ada ratusan hafiz yang ditelurkan oleh pondok pesantren tersebut. Padahal pada saat baru berdiri pondok tersebut hanya memiliki satu santri.

“Pada tahun 2013 santri kami hanya satu orang, saat itu memang belum ada sekolah di sini jadi santri masih sekolah di luar, kemudian pada tahun kedua santri sudah bertambah menjadi 20 orang, kemudian tahun ke 3 jumlah santri mencapai jumlah santri mencapai 70 orang sampai sekarang santri mencapai 500 lebih,” kata Joko.

Sedianya, minat orang tua untuk memondokan anaknya di bustanul quran sangat tinggi, namun untuk saat ini pondok tersebut masih kekurangan lokal. Sehingga untuk sementara waktu penerimaan santri dibatasi dan dilakukan seleksi penerimaannya.

Kata Joko, saat ini lokal yang ada baru 20, termasuk tempat belajar dan kantor, untuk smp dengan jumlah siswa mencapai 169 orang dengan lokal sebanyak 12, sedangkan aliyah 73 siswa dengan jumlah lokal mencapai 6.

” Kita masih kekurangan 12 lokal. Untuk kantor guru, ruang belajar dan lab, namun karena saat ini kita masih kekurangan lokal maka sebagian asrama untuk sekolah. Untuk tk sama SD” kata Joko.