Ustaz Yusuf Terpilih Sebagai Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS Tingkat Provinsi

oleh

MELAWINEWS.COM, PONTIANAK-Setelah berkompetisi secara ketat dengan penyuluh terbaik dari Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat, akhirnya Ust. Muhammad Yusuf, S.Sos.I diumumkan sebagai peringkat pertama dalam Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019.

Ustaz Yusuf merupakan Penyuluh Agama Non PNS yang bertugas di wilayah kecamatan Pinoh Utara kabupaten Melawi. Pekerjaan utama ustaz Yusuf adalah sebagai pedagang sayur keliling. Ditengah kesibukannya sebagai penjual sayur dia juga menjadi penyuluh agama sekaligus guru ngaji beberapa TPA.

Atas prestasinya itu Kakanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Ridwansyah, M.Si memyampaikan ucapan selamat kepada para pemenag lomba yang diumumkan oleh Ketua Dewan Hakim Drs. H. Lukman Hakim yang disaksikan oleh Kabid Penais Zawa dan Peserta lainnya.

“Selamat kepada peserta yang telah dinobatkan sebagai Juara, semoga dapat mewakili Kalbar pada even nasional Yang akan datang” katanya.

Namun kepada yang belum berhasil Ridwansyah berpesan untuk tidak berputus asa, bahkan harus mampu meningkatkan kreatifitas dan inovasinya untuk bisa menjadi yang terbaik pada masa yang akan datang.
Kepala Kemenag Kabupaten Melawi Abdulbar S.Ag Ms.I Juga memberikan apresiasi atas prestasi yang dicapai ustaz Yusuf. Dia menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah swt. Bahwa ust M Yusuf bisa meraih juara 1. Harapan saya agar hasil yang didapat ditingkatkn lebih baik lagi” katanya.

Kemudian kata Abdulbar, catatan dan masukan dari tim juri .arahan pk kakanwil, kabid dan kepala kantor harus dijadikn bahan untuk perbaikan ke tingkat nasional, tetap istiqomah melaksanakan model dakwahnya menjadi inspirator.motivator bagi pnyuluh lainnya.
Dan tetap berinovasi dalam berdakwah semoga tetap sukses.

Adapun peringkat kedua diraih oleh Ustazah Siti Khaoiriyah dari Kabupaten Sintang dan disusul oleh H. Muhammad Tohir dari Kabupaten Mempawah sebagai juara ketiga.

Kisah ustaz Yusuf ini memang patut menjadi teladan, pasalnya sambil berjualan sayur keliling dengan sepeda motor, ustaz Yusuf memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu secara cuma-cuma. Tak hanya itu dia juga melayani tanya jawab seputar rumah tangga.

Tentu saja cara berdakwah yang dilakukan ustaz Yusuf ini cukup membantu ibu-ibu rumah tangga yang menjadi pelanggannya. Apalagi sebagian besar diantara mereka tidak sempat ke masjid untuk mengikuti pengajian.

Gayanya yang ramah dan humoris kepada para pembeli membuatnya mudah untuk bermuamalah sambil berdakwah. Bahkan kepala KUA setempat juga sangat memberikan apresiasi kepada ustaz Yusuf karena hal ini dianggapnya sangat membantu masyarakat.