Cekcok Masalah Harga, Pedagang Sayur Alami Kekerasan

oleh
Lastri Yohana, 45 tahun asal Desa Tanjung Lay Kecamatan Nanga Pinoh diduga alami tindak kekerasan oleh sesama rekan penjual sayur mayur di Jalan Markasan Pasar Nanga Pinoh, pada 9 Mei 2019 lalu pukul 09.00. saat menunjukan surat laporan ke polisi

MELAWINEWS.COM, MELAWI-Diduga berawal dari cek cok mulut masalah perbedaan harga jual beli sayur. Seorang ibu pedagang sayur bernama Lastri Yohana, 45 tahun asal Desa Tanjung Lay Kecamatan Nanga Pinoh diduga alami tindak kekerasan oleh sesama rekan penjual sayur mayur di Jalan Markasan Pasar Nanga Pinoh, pada 9 Mei 2019 lalu pukul 09.00 wib.

Kejadian itupun, sontak menghebohkan pedagang  sayur lainnya di Jalan Markasan yang lagi sibuk dengan aktifitas jual beli. Pada saat kejadian, Lastri mengaku sedang berpuasa dan tidak berdaya saat meladeni tindak kekerasan oleh terduga pelaku yakni berisial EM (perempuan) ,MiN (laki laki) dan TN (perempuan).

Nenek dua cucu  inipun mengaku, langsung dibawa oleh anak sulungnya ke rumah sakit umum daerah untuk divisum dan melaporkan tindak dugaan kekerasaan tersebut ke pihak Polres Melawi pada tanggal 10 Mei 2019 dengan surat perintah penyelidikan nomor SP.Lidik/33/V/2019/Reskrim.

Kepada wartawan, Lasti Yohana didampingi anak dan pihak keluarga menceritakan kronologis kejadian.

“Apa salah saya, hingga diperlakukan kasar seperti itu,” tutur Lasti.

Pihak keluarga juga mempertanyakan sudah hampir sepekan ini para  pelaku tidak juga dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian.

Padahal, pada saat kejadian banyak saksi mata yang melihat kejadian tersebut di pasar Jalan Markasan. Bahkan sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan oleh pihak penyidik.

“Saya dengan para pelaku, sama sama pedagang sayur. Entah, apa yang membuat mereka marah lalu memukul saya. Yang jelas, saya tidak ada masalah hutang piutang atau apapun dengan mereka,” ucapnya, Kamis (16/5).

Ia bersama pihak keluarga meminta dan menuntut rasa keadilan kepada pihak kepolisian Polres Melawi untuk segera bertindak tegas kepada para pelaku yang sampai saat ini masih bebas, seolah olah tidak memiliki rasa bersalah terhadap yang dilakukannya.

“Saya hanya orang kecil, mohon kepada Bapak Kapolda Kalbar bantu saya. Saya minta dan memohon rasa keadilan hukum,” pintanya.

Pada saat kejadian, korban sedang berada ditempat jualannya dan dengan tiba tiba dihampiri oleh pelaku. Ia mengaku mengalami tindak kekerasan seperti ditampar, rambut yang ditarik, dilempar dengan batu dan sayuran jenis terong.

Tatang salah seorang saksi mata, membenarkan kejadian tersebut. Dan dirinya juga mengaku sudah memberikan keterangan kepada pihak penyidik Polres Melawi.

“Korban sudah tersungkur ditempat jualan sayurnya. Sayapun melihat langsung tindak kekerasan yang dilakukan tersebut,” bebernya.

Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan asas keadilan dan perikemanusiaan sesuai perundang undangan yang berlaku.