Pasar Murah Pemda Melawi Diserbu Warga, Panitia Sampai Kewalahan

oleh
Pasar Murah yang digelar Pemkab Melawi diserbu ratusan warga

MELAWINEWS.COM, Melawi – Jam belum juga menunjukkan pukul 09.00 WIB. Namun, Lapangan Eks Kantor Bupati Melawi ini sudah dipenuhi ratusan warga yang didominasi para emak-emak. Begitu Bupati Melawi, Panji membuka resmi, warga langsung menyerbu pasar murah yang digelar Pemkab Melawi.

Begitu banyaknya emak-emak yang ingin mendapatkan sembako berharga super miring ini membuat panitia kewalahan. Santi Parlina, Kasubag Bina Program dan Infrastruktur Pembangunan pada bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Melawi bahkan berkali-kali dikerumuni oleh warga. Ratusan kupon yang berada di tangannya habis hanya dalam hitungan detik. Panitia lainnya pun sibuk meladeni warga yang akan menukar kuponnya dengan sembako. Bahkan Ketua PKK Melawi, Astri Panji turun langsung membantu pembagian sembako murah.

Pasar murah yang digelar Pemkab Melawi, Selasa (14/5) menyediakan dua jenis paket sembako. Kabag Ekbang Setda Melawi, Alfian memaparkan, paket pertama berupa gula pasir dua kilogram, minyak goreng dua liter, sirup sebotol dan susu dua kaleng. Warga cukup menebus paket ini dengan harga Rp 50 ribu saja.

“Kemudian paket kedua berupa beras dengan kemasan lima kilogram yang harganya Rp 30 ribu,” terangnya.

Pemda, kata Alfian menyiapkan paket satu sebanyak 1.530 paket. Sedangkan beras disediakan sebanyak 1.300 paket. Khusus beras, terangnya, merupakan bantuan dari pihak ketiga, termasuk diantaranya perbankan, CU serta sejumlah perusahaan lainnya di Melawi.

“Sedangkan untuk paket satu yang berisi gula dan minyak goreng dianggarkan dari APBD Melawi,” jelasnya.

Alfian menerangkan, harga murah ini bisa didapat warga karena selisih harga barang dengan harga pasar disubsidi oleh pemerintah. Warga pun harus terlebih dahulu mendapatkan kupon untuk bisa mendapatkan paket sembako murah.

“Tak pakai kupon tidak dilayani. Pakai kupon saja kita masih kewalahan,” ujarnya.

Dalam pasar murah ini, PT Pertamina juga ikut serta menggelar operasi pasar berupa elpiji tiga kilogram dengan harga Rp 17 ribu per tabung. Operasi pasar rutin ini dilakukan untuk membantu warga mendapatkan gas melon lebih murah.

Warga berebut mendapatkan paket sembako yang dijual dengan harga sangat murah

Ditempat yang sama, Bupati Melawi, Panji mengatakan pasar murah yang digelar jajarannya merupakan tradisi tahunan. Keberadaan pasar murah ini diharapkan bisa mewarnai puasa dan menyambut hari raya lebaran.

“Kita memberikan satu kesempatan, agar semua pihak bisa ambil bagian dengan adanya pasar murah. Ada partisipasi pemerintah semampu pemerintah. Ada juga partisipasi badan usaha baik BUMD maupun BUMN, swasta dan perbankan,” ujarnya.

Keterlibatan berbagai pihak bersama pemerintah, kata Panji ikut memberikan subsidi dan berpartisipasi dalam pasar murah. Sehingga harga yang standar bisa diturunkan.

“Kita akui bahwa ini semua tentu tidak akan cukup. Tapi kita berupaya ambil bagian partisipasi. Sesuai dengan apa yang bisa kita buat untuk mewarnai dan menambah hikmah dalam ibadah puasa. Ada kebersamaan disini dan saling perhatian. Bagaimana keluarga kurang mampu ikut gembira , ikut senang menjalankan ibadah puasa dan hari raya. Ini yang ingin kita ciptakan,” pungkasnya.