UN di Melawi Berjalan Lancar

oleh
Kepala Dinas bersama Ketua TP PKK Melawi meninjau pelaksaan UN di Melawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD dan SMP juga digelar bersamaan, Senin (22/4). Perbedaannya, bila seluruh pelajar SD mengikuti USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional), sedangkan SMP di Melawi menggelar UN dengan berbasis komputer (UNBK) serta berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Pelaksanaan ujian ini dipantau langsung oleh Disdikbud Melawi. Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah dasar dan SMP di dalam Kota Nanga Pinoh, UN masih berjalan lancar, termasuk untuk UNBK yang digelar di 16 sekolah se Melawi.
Kepala Disdikbud Melawi, Joko Wahyono mengungkapkan untuk jenjang SMP ada 115 sekolah penyelenggara dimana 16 sekolah diantaranya menggelar UNBK dan 96 sekolah berbasis UNKP.

“Total peserta ujian untuk SMP sebanyak 3.458 siswa dengan rincian. 1.251 siswa mengikuti UNBK dan 2.207 siswa mengikuti UNKP. Kalau SD ada lebih dari empat ribuan siswa yang ikut USBN,” jelasnya saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Nanga Pinoh, Senin (22/4).

Joko mengungkapkan pelaksanaan ujian berjalan lancar. Ia pun berharap tidak ada kendala. Untuk SD seluruhnya juga masih menggunakan sistem manual. Sedangkan untuk SMP pelaksanaan UNBK berjalan lancar dan tepat waktu.

“Sinyal internet dan jaringan bagus. Listrik juga lancar. Kita harapkan ini berlangsung hingga hari terakhir ujian. Yang di kecamatan, seperti Ella juga tadi kita telpon, untuk UNBK masih berjalan lancar, termasuk dukungan PLN untuk listrik menyala pada siang hari disana,” katanya.
Dalam pantauan Disdikbud, Joko juga mengungkapkan adanya siswa yang tidak mengikuti ujian pada hari pertama ini. Diantaranya di SMPN 2 Nanga Pinoh diketahui ada dua siswa yang tak hadir dengan alasan yang belum jelas.

“Siswa ini sudah terdaftar dalam DNT. Hanya alasannya belum diketahui dikonfirmasi ke orang tua. Hanya saya perintahkan kepala SMPN 2 untuk menghubungi orang tua, dan bila memungkinkan nanti bisa diikut sertakan dalam ujian susulan,” ujarnya.

Joko pun berharap seluruh siswa bisa mengikuti UN secara maksimal baik jenjang SD maupun SMP. Ia menerangkan, dalam ujian ini, tak seluruh sekolah menjadi sekolah penyelenggara. Ada beberapa sekolah yang harus menginduk atau menumpang ke sekolah lainnya.

“Seperti di SMPN 1 Nanga Pinoh digelar dua model ujian. Ada UNBK dan kemudian pukul 10.00 WIB ada UNKP untuk beberapa sekolah yang menginduk. Yakni dari SMP Bina Kusuma, SMPN Satu Atap 9 Nanga Pinoh serta SMP Eklesia yang siswanya ikut ujian di SMPN 1. Digelar disini karena ketidaksiapan sekolah untuk menyelenggarakan ujian dan belum didaftarkan pada UNBK,” jelasnya.

Disdikbud berharap, pelaksanaan ujian berjalan lancar. Listrik dari PLN tak padam. Termasuk sinyal berbagai operator jaringan seluler juga terus mendukung kelancaran akses jaringan untuk UNBK.
“Semua pengawas kita harapkan bisa menjalankan tugasnya. Dan hasil ujian bisa lebih baik dari tahun lalu. Masyarakat juga kita harapkan ikut mendukung ujian untuk mengarahkan anak-anaknya untuk terus belajar di rumah serta menciptakan situasi kondusif selama ujian berlangsung,” harapnya