Ribuan Pelajar TK Ikuti Pawai Hari Kartini

oleh
Astri Panji Buka Pawai Hari Kartini

MELAWINEWS.COM, Melawi – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Melawi menggelar Pawai dalam rangka memperingati Hari Kartini di Halaman Eks Kantor Bupati Melawi, Senin (22/4) pagi. Pawai yang diikuti seribuan anak-anak TK dan Kelompok Bermain ini dilepas langsung oleh Bunda PAUD yang juga Ketua PKK Melawi, Nurbetty Eka Mulyastri Panji.

Ketua IGTKI Melawi, Rian Arnisa Ramadan dalam kegiatan tersebut mengungkapkan Pawai Hari Kartini diikuti 27 lembaga PAUD yang terdiri dari 21 TK serta enam Kelompok Belajar.

“Total peserta terdiri dari anak-anak PAUD sebanyak 1.110 siswa serta 160 guru. PAUD yang ikut berasal dari Nanga Pinoh dan Belimbing saja,” terangnya.

Rian menuturkan, Pawai Hari Kartini menjadi kegiatan yang rutin digelar IGTKI. Hal ini menjadi upaya untuk mengenalkan pahlawan nasional Indonesia RA Kartini yang berperan penting dalam mewujudkan kesetaraan gender bagi kaum wanita di Indonesia.

“Dalam pawai ini, anak-anak menggunakan paian adat nusantara serta profesi. Juga ada pembagian doorprize usai pelaksanaan pawai yang dmulai dari Halaman eks Kantor Bupati Melawi hingga ke simpang Stadion MTQ Nanga Pinoh,” katanya.

Rian berharap, pawai menjadi ajang untuk memotivasi anak-anak usia dini, termasuk juga bagi kaum perempuan, terkhusus para tenaga pendidik di lembaga PAUD. Ia juga berharap anak-anak ini nantinya menjadi generasi mandiri dan kreatif.

“Sekaligus memotivasi kami sebagai pendidik dan juga sebagai kaum ibu dalam menghasilkan dan membina generasi kreatif,” katanya.

Sementara itu, Ketua PKK dan juga Bunda PAUD, Nurbetty Eka Mulyastri Panji mengatakan kaum wanita sejatinya merupakan mahluk yang luar biasa. Sehingga yang merasa menjadi wanita harus bersyukur, karena diberikan kodrat sebagai wanita. Wanita yang biasa diakrab Astri Panji ini mengajak kaum wanita untuk bangkit dan benahi diri pribadi. Terus belajar tanpa mengenal lelah dan wawasan kaum wanita terus diperluas sehingga mampu sejajar dengan kaum pria.

“Sebagai wanita itu kita harus bisa menunjukkan bahwa kita bisa sejajar dengan kaum pria. Karena terbukti saja, presiden dan menteri bisa dijabat wanita. Serta berbagai jabatan bisa dipegang oleh kaum wanita,” katanya.