Bawaslu Melawi Amankan Tim Caleg Dugaan Politik Uang

oleh

Ketua Bawalu Melawi, Johani, saat menghitung uang yang diamankan

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Patroli gabungan Gakkundu bersama Polres Melawi mengamankan sesorang tim kampanye salah seorang Caleg di Dapil Ella-Menukung.

Peristiwa ini terjadi saat pelaksanaan razia yang digelar Gakkundu dan Polres Melawi di Simpang Tahlud, Kecamatan Nanga Pinoh, pada hari Selasa (16/4) malam.

Ketua Bawaslu Melawi, Johani yang ditemui di kantornya, Rabu (17/4) mengungkapkan kasus ini bukanlah operasi tangkap tangan atau OTT.

“Akan tetapi itu adalah hasil dari patroli gabungan antara Gakkumdu Melawi dengan Polres Melawi. Dimana kita melaksanakan patroli dan difokuskan di Jalan Provinsi Pinoh-Kota Baru KM 10, tepatnya di Simpang Tahlut depan SPBU,” katanya.

Patroli atau razia ini, terang Johani memang menyasar seluruh masyarakat yang melintas. Tim gabungan melihat apa saja yang mereka bawa. Dan sekitar pukul 23.40, ada warga yang melintas dengan membawa dua kendaraan bermotor yang ditumpangi tiga orang warga.

“Mereka ini membawa dua tas yang berisi uang yang sudah dimasukkan ke dalam beberapa amplop. Dalam amplop ini dominalnya sama, yakni Rp 250 ribu. Jadi amplop ini juga distaples dengan surat tugas pada tim relawan salah satu calon untuk anggota DPRD kabupaten/kota di wilayah dapil 2,” katanya.

Johani mengatakan, pengungkapan ini bukanlah OTT karena tidak terjadi tangkap tangan ketiga caleg atau tim relawan memberikan pada masyarakat. Namun, hasil semalam lebih pada hasil patroli pencegahan money politik atau serangan fajar.

“Dan itu kita dapatkan, uang beserta pembawanya sudah diamankan. Kita juga sudah melakukan penahanan barang bukti dan kita minta keterangan pada yang bersangkutan,” katanya.

Masyarakat yang membawa sendiri tak ditahan oleh Gakkumdu. Menurut Johani yang bersangkutan hanya sebatas dimintai keterangan. Si pembawa uang ini diketahui merupakan bagian dari tim pemenangan yang akan bertugas di kecamatan Ella Hilir.

“Amplop ini rencananya akan disebar di dua desa, yakni desa Nanga Ella dan Pelempai Jaya,” katanya.

Secara total, terang Johani ada 324 amplop yang diamankan Bawaslu dari dua tas yang dibawa oleh tim pemenangan tersebut. Dengan total masing-masing berisikan uang sebesar Rp 250 ribu, maka seluruh uang yang diamankan mencapai Rp 81,5 juta.

“Keterangan dari pembawa, uang ini akan dibagikan untuk relawan serta saksi caleg yang berada di TPS-TPS. Rencananya memang bila sudah tiba di Ella, akan dikumpulkan seluruh relawan dan saksi untuk kemudian dibagikan,” katanya.

Bawaslu sendiri masuk melakukan pendalaman, termasuk berencana memanggil caleg sebagai pemberi uang untuk mengetahui maksud dan tujuan penggunaan uang dalam amplop ini.

“Untuk uang yang diamankan belum akan dikembalikan, sebelum dilakukan klarifikasi serta melakukan kajian bersama sentra Gakkumdu. Caleg ini merupakan caleg di dapil 2 tingkat kabupaten Melawi,” katanya.

Bawaslu sendiri menduga bahwa ada indikasi uang tersebut akan digunakan untuk serangan fajar. Namun, dengan adanya surat tugas untuk tim relawan, Johani mengatakan pihaknya harus melakukan pendalaman atas motif penyebaran uang tersebut.