Bupati Pukul Gong, PGD Melawi ke-XIII Resmi Dimulai

oleh

Bupati Melawi, Panji, didampingi tamu undangan pukul gong tandai dimulai kegiatan PGD

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XIII tahun 2019 Kabupaten Melawi resmi dimulai, Kamis (4/4) sore.

PGD dibuka langsung oleh Bupati Melawi, Panji, ditandai dengan pemukulan gong yang berlangsung hingga tanggal 7 April 2019 mendatang di Stadion Raden Temenggeng Setia Pahlawan, Nanga Pinoh.

Sejumlah pajabat di lingkup Melawi hadiri pembukaan PGD
Pembukaan PGD ini dihadiri ribuan masyarakat serta 11 Dewan Adat Dayak (DAD) kecamatan dan ketemenggungan. PGD juga menyediakan berbagai stand dari DAD kecamatan.

Prosesi pembukaan ini juga menampilkan defile DAD 11 kecamatan dan defile ketemenggungan yang ada di Melawi, penampilan tarian dan pawai kendaraan hias mengelilingi Kota Nanga Pinoh.

Selain dihadiri Bupati Melawi, Panji, sejumlah tamu undangan turut hadir antara lain, Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, unsur pimpinan dan anggota DPRD Melawi, Forkopimda, Ketua TP PKK Melawi Hj Eka Mulyastri Panji, Ketua DAD Melawi Sudarmono, dan pimpinan organisasi masyarakat.

Ketua Panitia PGD ke XIII tahun 2019 Melawi, Thomas Salvinus, dalam laporannya menyebutkan PGD ini akan diisi dengan beberapa kegiatan dan perlombaan, antara lain lomba Ijang Inau, lomba tari kreasi daerah, lomba lagu daerah Melawi dengan tema lagu Apang Semangai, lagu Tangkas Tolas Mantas dan lagu Kelongkang.

Pasukan merah suguhkan tarian
Selain itu, akan diperlombakan pula ketangkasan menyumpit, pangkak gasing, melukis perisai, lomba menganyam ( bakul, takin, ntilin ), lomba menangkap babi, dan lomba tradisional lainnya.

Ketua DAD Melawi, Sudarmono, mengatakan budaya adalah akar dari sebuah sistem pendidikan nasional, termasuk didalamnya budaya Dayak. Ia juga memaparkan tema   gawai yang diangkat tahun ini adalah “Ngumai Semongat Padi”.

Sudarmono memaparkan, satu diantara tujuan dari pelaksanaan PGD adalah mengucapkan rasa syukur kepada Jubata atas karunia yang diterima Suku Dayak melalui panen padi yang berlimpah.

Selain itu kata Sudarmono, melalui PGD menjadi bentuk eksistensi Dayak di Melawi, sekaligus pelestarian seni budaya Dayak. Juga memberikan wadah kreativitas bagi Suku Dayak yang ada di Melawi.

“Harapannya tentu agar orang Dayak dapat terus maju dan berkembang dengan tetap menunjukkan ciri khas dan jati diri suku Dayak,” ujar Sudarmono.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji, mengatakan  PGD adalah ajang pelaksanaan tatanan nilai budaya Dayak dalam satu siklus perladangan. Tatanan ini sudah tersistem dalam orang Dayak dan menjadi panduan pegangan hidup Dayak yang sudah ada jauh sebelum Indonesia ada.

Bupati mengajak semua masyarakat untuk menjadikan PGD sebagai salah satu aset budaya yang harus terus dilestarikan dan sebagai ajang silaturahmi kebersamaan untuk maju berkembang, sehingga bisa duduk sejajar dengan suku maupun bangsa lain.

Bupati berharap, selama kegiatan PGD ini tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mabuk-mabukan dan berbagai tindak kriminal lainnya, yang biusa mengganggu ketertiban dan keamanan dan kesuksesan PGD. “Harus kita jaga bersama-sama,” pesannya.