Disdikbud Melawi Kelola Dana BOS SD dan SMP Rp 32 Miliar

oleh

Bupati Melawi, Panji, buka workshop pengelolaan dana BOS SD dan SMP di aula Kurnia Water Park

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Untuk meningkatkan managemen pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada jenjang SD dan SMP di lingkup Pemkab Melawi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi menyelenggarakan kegiatan workshop pengelolaan dana BOS jenjang SD dan SMP tahun 2019.

Kegiatan workshop pengelolaan dana BOS pada jenjang SD  dan SMP yang berlangsung satu hari ini bertempat di aula Kurnia Water Park, Nanga Pinoh, di buka oleh Bupati Melawi, Panji, Senin (1/4).

Peserta workshop antara lain terdiri dari para Kepala SD dan SMP serta bendahara BOS berjumlah 800 orang. Adapun sebagai nara sumber workshop melibatkan Wakapolres Melawi, Kompol Jajang, sebagai Ketua Cyber Pungli Melawi, kantor pajak dan staf teknis dari Disdikbud Melawi.

Dalam sambutannya Kepala Disdikbud Melawi, H. Joko Wahyono, menyampaikan salah satu tujuan workshop adalah dalam rangka memberikan pembekalan tentang penyusunan laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana BOS tahun 2018 dan tahun 2019.

Dijelaskan Joko, bahwa tahun 2019 ini dana BOS yang diterima oleh Pemkab Melawi melalui Disdikbud untuk jenjang SD dan SMP sebesar Rp 32 miliar. Dia berharap pengelolaan dana BOS ini diseluruh SD dan SMP harus mengikuti Juknis yang sudah ditetapkan pemerintah, sehingga tidak ada masalah yang ditemukan dikemudian hari terkait pelaporan penganggaran.

Melalui workshop, lanjut Joko, peserta akan menerima pemaparan dari pemateri tentang Juknis pengelolaan dana BOS yang meliputi penganggaran, pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajaknya serta teknis melaporkan segala sesuatu jenis belanja menggunakan anggaran dana BOS.

Bupati Melawi, Panji, dalam arahannya menyampaikan berharap tidak ada penyimpangan saat pelaksaannya sampai dengan pelaporan dan pendukung-pendukungnya. “Jauhi hal-hal yang membuat kesalahan pengelolaan dana BOS. Taat dan ikuti Juknis berdasarkan aturan yang berlaku dalam pengelolaan dana BOS ini,” ingatkan Bupati.

Bupati menegaskan, setiap penggunaan keuangan Negara harus di dukung dengan pencatatan administrasi yang baik sebagai pertanggungjawaban apabila dilain hari menemukan permasalahan.

Bupati kembali menegaskan, semua sekolah dalam penggunaan dan pengelolaan dana BOS dilakukan dengan tranparan dan akuntabel, sehingga apa yang dilaksanakan dan dilaporkan sebagai pertanggungjawaban berjalan secara administrasi dan bisa dipertanggungjawabkan.