Satgas TMMD Buka Akses Utama Bagi Pendidikan dan Perekonomian Warga

oleh

Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf. Aulia Fahmi Dalimunthe

MELAWINEWS.COM, PONTIANAK – Memasuki hari ke-23 pelaksanaan Satgas TMMD ke-104 yang dilaksanakan Kodam XII/Tpr berhasil membuka akses infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi penunjang utama bagi kemajuan pendidikan dan perekonomian warga.

Kodam XII/Tpr pada TMMD ke-104 tahun 2019 ini di gelar di Kabupaten Landak dan Sanggau, Kalbar dan di Kota Palangkaraya, Kalteng. Keberhasilan program TMMD ke-104 di tiga wilayah Kabupaten/Kota, tidak terlepas adanya peran aktif masyarakat yang begitu antusias ikut serta dalam pengerjaan pembangunan jalan maupun jembatan.

“Karena memang pembangunan yang dilakukan itu merupakan akses utama bagi pendidikan dan perekonomian bagi warga setempat,” kata Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf. Aulia Fahmi Dalimunthe, di Kantor Pendam XII/Tpr, Jalan Kubu Raya, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/3).

Kapendam XII/Tpr mengatakan, kegembiraan akan terwujudnya akses jalan yang selama ini dirindukan tersebut tampak dari senyum sumringah raut wajah warga masyarakat yang daerahnya menjadi target pelaksanaan  program TMMD ke-104 ini.

Dalam pelaksanaannya TMMD yang merupakan kerjasama TNI dan Pemda setempat itu tidak hanya membangun jalan dan jembatan atau bangunan fisik, namun juga memberikan sosiaslisasi dan edukasi serta pelayanan, seperti kesehatan, bela negara, kamtibmas dan hal lain yang memang dibutuhkan masyarakat.

Menurut Kapendam XII/Tpr, untuk perkembangan pembangunan dari ketiga wilayah tersebut sampai hari ini sudah mencapai 85 %. Seperti Kodim 1016/Plk, di Desa Sebangau, pelebaran dan pengerasan jalan sudah 97 %, dari panjang 5.120 meter, lebar 20 Meter, dan pembangunan jembatan sudah 85 %, dari tiga buah jembatan.

“Untuk Kodim 1201/Mph, di Desa Sekais, pengerjaan fisik sudah tampak 87 %, dari panjang meter lebar 6 meter, dan  jembatan telah 70 %, dari 16 buah jembatan. Sedangkan di Desa Sekayam, pengerjaan fisik sudah tampak 89 % sepanjang 19,6 km, dan tiga jembatan sudah dikerjakan 100%,” kata Kapendam. 

Kapendam juga menyebutkan, selama pelaksanaan TMMD banyak warga masyarakat terharu menyaksikan kebersamaan, kedekatan dan keakraban anggota Satgas TMMD dengan warga, yang mana selama ini dianggap bahwa prajurit TNI itu arogan, sombong dan kasar.

Hal itu kata Kapendam XII/Tpr menuturkan, terungkap dari ibu Rita warga Kelampangan, yang mengatakan bahwa selama rumahnya ditempati oleh Satgas TMMD, ia mengaku merasa senang dan terbantu dengan hadirnya TMMD di Desa, apalagi anggota TNI tinggal bersama dirumahnya. Ibu Rita merasa bangga dan senang bahkan tidak segan membantu menyapu rumahnya. Berat rasanya nanti kalau ditinggalkan.

Kapendam menuturkan, anggota Satgas TMMD juga melakukan anjangsana disela-sela istirahat malam, sambil melepas lelah disalah satu rumah warga milik Krisantus, warga Desa Sekais. “Merupakan suatu kehormatan bagi warga bisa makan dan minum kopi bersama anggota Satgas TMMD, hal ini jarang terjadi apalagi bagi masyarakat pedalaman,” sebut Kapendam.

Lebih lanjut dikatakan Kapendam, sebelum dilaksanakannya TMMD, jalan di desa sangat sukar dilalui apalagi di musim penghujan, warga hanya mampu membangun dengan menggunakan tanah seadanya. Menurutnya, dengan adanya program TMMD, sudah terlihat keceriaan warga, dan merasakan kemerdekaan yang selama ini terpendam. 

Sementara itu, Camat Kembayan, Inosensius Nono, mengucapkan terima kasih atas rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, dan fokus pembangunan TMMD yang sudah di laksanakan di tiga desa yaitu Sebongkuh, Semayang dan Tanjung Bunga.

“Dengan apa yang sudah dilaksanakan itu, tentunya sangat membantu kelancaran lalu lintas masyarakat kami, sehingga tingkat kesulitan yang ada dapat diatasi,” ujar Camat.

Camat berharap semoga TMMD ini bisa terus dilanjutkan. “Seluruh masyarakat Kecamatan Kembayan sangat mendukung kegiatan TMMD, bahkan pada Pileg dan Pilpres nanti masyarakat kami siap mengamankan pelaksanaannya,” jelasnya. (Pendam XII/Tpr)