Pangdam XII/Tpr Pimpin Sidang Pemilihan CATA PK TNI AD Sumber Perbatasan

oleh

Pangdam XII/TPR, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, pimpin Sidang Pemilihan CATA PK TNI AD Gelombang I Sumber Perbatasan

MELAWINEWS.COM, KUBU RAYA – Panglima Komando Daerah Militer XII/TPR, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, didampingi Kasdam XII/Tpr, Brigadir Jenderal TNI Alfred Denny D. Tuejeh memimpin Sidang Pemilihan CATA PK TNI AD Gelombang I Sumber Perbatasan TA 2019, di Aula Makodam XII/Tpr, Jalan Arteri Alianyang, Sungai Raya, Kubu Raya.

Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi dalam sambutannya menjelaskan, seleksi penerimaan CATA PK TNI AD Sumber Perbatasan, merupakan realisasi dari kebijakan TNI AD untuk mewadahi keinginan masyarakat perbatasan, yang sukarela ingin mengabdikan dirinya menjadi prajurit TNI AD. 

“Juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap masyarakat di daerah perbatasan, salah satu upaya yang dilakukan oleh TNI AD adalah memberi kesempatan kepada pemuda-pemuda dari wilayah perbatasan untuk menjadi prajurit TNI AD, yang nantinya akan ditugaskan di perbatasan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI,” ujar Pangdam XII/Tpr, Rsbu (21/3).

Pangdam XII/Tpr juga menekankan, penerimaan CATA PK TNI AD sumber Perbatasan merupakan program khusus TNI AD, namun dalam pelaksanaannya harus tetap berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku, serta melalui proses seleksi yang dilakukan secara jujur, obyektif dan transparan, baik dari  aspek administrasi, kesehatan, mental ideologi, psikologi dan kemampuan jasmani.

“Guna memperoleh calon prajurit yang potensial serta memiliki kepribadian dan kemampuan fisik yang handal sehingga mampu mendukung tuntutan tugas dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di wilayah perbatasan,” terang Pangdam XII/Tpr.

Pangdam XII/Tpr berharap kepada para Panitia Sidang Pemilihan CATA PK TNI AD Gelombang I Sumber Perbatasan TA 2019, agar berpedoman dan berpegang teguh terhadap semua aspek yang dijadikan kriteria pemilihan calon prajurit, sehingga tidak terjadi kegagalan peserta didik khususnya pada saat pelaksanaan pendidikan.

“Hindari hal-hal yang bersifat spekulatif, yang dapat merugikan calon itu sendiri maupun nama baik TNI, khususnya TNI AD,” tegasnya. (Pendam XII/Tpr)