Serahkan SK CPNS, Bupati Ingatkan CPNS Jangan Malas-malasan

oleh

Bupati Melawi, Panji, serahksn SK CPNS secara simbolis

 

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Bupati Melawi, Panji, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi tahun 2018 di Pemkab Melawi sebanyak 244 orang, Senin (18/3), di pendopo rumah jabatan Bupati Melawi.

Penyerahahan SK CPNS itu, disaksikan Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono, dan Kepala BKPSDM Melawi, Paulus, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Melawi.

Kepala BKPSDM Melawi, Paulus, mengatakan dari 244 CPNS tersebut, merupakan tenaga pengajar, tenaga kesehatan dan tenaga teknis, yang terdiri dari Golongan II 50 orang dan Golongan III 194 orang.

Paulus melanjutkan, dari 244 CPNS yang lolos seleksi tahun 2018 ini, ada satu orang yang belum menerima SK dikarenakan mengganti CPNS yang meninggal dunia saat proses CPNS berlangsung di pusat. “Jadi saat ini kelulusannya masih diproses di pusat,” kata Paulus.

Selain penyerahan SK kata Paulus, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan Bimtek tentang penguatan kompetensi bagi CPNS dilingkup Pemkab Melawi. “Setelah Bimtek bagi CPNS lingkup Pemkab Melawi ini, kemudian CPNS akan mengikuti Diklatsar sekitar bulan Juni atau Juli tahun 2019 selama 3 bulan di Pontianak,” ungkapnya.

Paulus menekankan kepada seluruh CPNS, supaya tidak mengajukan pindah tugas selama masa kerja 10 tahun. Karena hal tersebut memang sudah dipersyaratkan kepada CPNS sebelum diterima menjadi abdi negara. “Ini merupakan salah satu syarat yang wajib dilaksanakan bagi setiap CPNS,” imbuhnya.

Bupati Melawi, Panji, dalam sambutannya menyampaikan sebagai abdi negara, seorang CPNS memiliki tugas pokok yang wajib dilaksanakan, seperti memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.

Ditegaskan Bupati, dalam hal memberikan pelayanan seorang CPNS harus bersikap profesional, tidak ada istilah malas-malasan dan bukan malah menjadi orang yang minta dilayani. Selain itu CPNS juga jangan terlalu banyak menuntut, tapi bekerja dengan baik, karena sebagai abdi Negara sudah ditentukan melalui aturan tentang hak dan kewajiban.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, setiap individu CPNS diwajibkan untuk senantiasa mematuhi aturan kepegawaian dan kode etik yang sifatnya mengikat serta ketulusan menjalankan tugas.

“Oleh karena itu, seorang CPNS jangan pernah melakukan hal-hal yang melanggar aturan, termasuk menyebarkan informasi hoax,” jelas Bupati.