Tim Sergap Mabes TNI AD Monitoring Sergap Kodim 1205 Sintang

oleh

Kunjungan kerja tim Sergap Mabes TNI AD dalam memantau penyerapan gabah maupun beras dari petani oleh Bulog di Sintang

 

MELAWINEWS.COM, SINTANG – Tim Program Serap Gabah Petani (Sergap) dari Mabes TNI-AD sambangi Sintang untuk monitoring Program Sergap yang telah dilaksanakan Kodim 1205/Sintang dan Bulog Sub Divre Sintang.

“Kita adalah Tim Sergap dari Mabes TNI-AD, dimana tim ini merupakan tim yang dibentuk dengan bekerjasama dengan Bulog, khususnya dalam program penyerapan gabah petani kepada Bulog,” katanya,

Oleh karena itu, pada hari ini pihaknya melakukan kunjungan kerja dalam memantau penyerapan gabah maupun beras dari petani oleh Bulog di Kabupaten Sintang. Pihaknya juga sempat berkunjung ke gudang logistik Bulog.

“Kita tahu bahwa kita perlu stok untuk antisipasi apabila terjadi gejolak harga. Untuk menjamin kesejahteraan pangan, kita berusaha mengimbau para petani untuk menyisihkan sebagian berasnya untuk dijual ke Bulog,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa gabah atau beras yang dijual petani ke Bulog tersebut, selanjutnya juga akan digunakan untuk menjamin ketersediaan pangan dalam satu tahun. Sehingga mengantisipasi permainan harga beras oleh tengkulak.

Untuk di Kalimantan Barat sendiri, menurutnya memang kondisinya produksi berasnya masih sangat terbatas, termasuk kabupaten-kabupaten sehingga harus mengambil kebutuhan beras dari kabupaten lain hingga luar provinsi.

“Kemarin kita ke Putussibau, kita lihat di sana spot-spotnya memang kecil sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dia harus mengambil beras dari daerah lain. Termasuk di Sintang, sama kondisinya,” jelasnya.
Kemudian terkait pelaksanaan program Sergap di wilayah Kalbar, dan Sintang khususnya. Menurutnya memang masih terkendala masalah perbedaan standar harga. Sebab harga yang ditetapkan Bulog sesuai standar nasional.

“Dalam Inpres tersebut, pemerintah atau Bulog hanya bisa ambil dengan harga Rp 8030,- sementara harga di petani di Sintang antara Rp 10.000,- sampai Rp 11.000,-. Sehingga untuk menyerap cukup susah,” jelasnya.

Dandim 1205/Sintang Letkol Inf Rachmad Basuki menuturkan bahwa Bulog dalam rangka penyerapan gabah menggandeng TNI AD hal ini mengimbangi realisasi dari tingkat pusat Bulog bersama TNI AD ,secara otomatis realisasi tingkat bawah pihaknya juga membantu tugas Bulog dalam menyerap gabah dari petani cadangan beras nasional yang nantinya diperuntukkan masyarakat juga baik itu stok jika terjadi gagal panen ataupun adanya kelangkaan beras dilapangan.

Untuk Sintang ditargetkan 68 persen sementara capaian di kabupaten Sintang hingga saat baru 16 ton ,jumlah tersebut menurut Dandim sudah tinggi capaianya,mengingat Sintang masuk 5 besar dideretan daerah lain.

“Untuk target yang dibebankan khusus kabupaten Sintang saja tetapi tidak menutup kemungkinan jika di Melawi hasil paninya meningkat juga dapat diserap oleh Bulog.”bebernya.

Stok tersebut sebenarnya untuk sepanjang tahun 2019 hanya saja dibagi pertriwulan sehingga akan mudah untuk merealisasikanya, untuk mencapai target diakui Rachmad Basuki memang sulit sebab masih ada selisih perbedaan dan masih tinggi harga gabah dipasaran ,contohnya dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah itu Rp 8.030 namun dipasaran harga mencapai Rp 11.000 lebih menguntungkan jika masyarakat menjual sendiri dibanding ke Bulog

Kepala Bulog Sub Divre Sintang, Maradona Singal menyampaikan bahwa Program Serap Gabah Petani (Sergap) yang dijalankan bersama dengan Kodim 1205/Sintang sampai saat ini sudah berjalan baik dalam hal penyerapannya.

“Sampai dengan hari ini, yang sudah masuk ke Bulog itu sekitar 16 Ton dan dalam proses ini sekitar 25 ton lagi segera akan masuk, mungkin akhir bulan ini,” ujar Maradona di Gudang Bulog Sintang,

Lanjutnya bahwa dengan penyerapan gabah atau beras dari petani tersebut, diharapkan dapat mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Sintang dan mengantisipasi gejolak dalam stabilitas harga beras.

Dirinya mengakui bahwa masih terdapat kendala yang berarti dalam program tersebut, sebab harga yang diatur sesuai dengan Inpres nomor 5 Tahun 2015, dimana untuk pembelian gabah kering giling dengan harga Rp. 8030,-/kilogram.

“Sementara di tingkat petani, harga lebih tinggi. Makanya memang agak susah kami menarik dari petani, tetapi dengan tetap bekerjasama dengan Kodim dan Dinas Pertanian mudah-mudahan sampai akhir tahun tercapai target,” tutupnya.

Ketua Tim Sergap Kalbar dari Markas Besar TNI-AD, Kolonel Rachmat Setia Wibawa bersama
Anggota Kolonel Inf Zeni Junaidi
Kolonel ARH Made Kusuma
Didampingi Dandim 1205 Sintang
Ka Subdivre Bulog Sintang,
Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Perkebunan.(Yanti)