Suhu Politik Kian Panas, Malin Ajak Ciptakan Pemilu Damai

oleh

Malin

 

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Malin, sebagai ketua tim kampanye daerah Kabupaten Melawi, Kalbar, untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf.

Malin menghimbau kepada tim kampanye baik itu melalui partai politik pengusung, relawan maupun simpatisan Jokowi-Ma’ruf di Melawi untuk melaksanakan kampanye damai benar-benar dilakukan untuk meningkatkan peradaban demokrasi khususnya di Melawi.

Diungkapkan Anggota DPRD Melawi asal PDIP ini, Pemilu tinggal menghitung hari, tensi suhu politik kian memanas, maka seluruh partai politik pengusung dan pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf harus berkomitmen untuk tak melakukan kampanye hitam seperti menyebarkan hoaks dan melakukan ujaran kebencian.

“Saya mengajak seluruh relawan, kader dan simpatisan partai politik mewujudkan kampanye damai, indah dan menggembirakan. Menolak kampanye hitam dan sejenisnya yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan kita,” ungkapnya, Jumat (15/3).

Malin juga mengajak seluruh kader, relawan dan simpatisan, serta masyarakat Melawi memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin dengan mewujudkan Pemilu damai sesuai nilai-nilai luhur yang ada serta menjaga kebhinekaan.

Dia juga berharap penyelenggara Pemilu menjadi wasit, agar pesta demokrasi 2019 ini dapat berjalan dengan demokratis menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

“Kita harus berkomitmen mengawal dan merawat persatuan dan kesatuan di Melawi ini melalui Pemilu yang aman, damai dan sejuk, sehingga seluruh proses pesta demokrasi lima tahunan ini berjalan sukses,” ujar Sekretaris DPC PDIP Melawi itu.

Dijelaskan, masyarakat Melawi adalah terdiri dari beragam multi kultural yang mengikat dalam satu kebhinekaan. “Maka dari itu kita harus bersama-sama menjaga situasinya tetap kondusif menghadapi Pemilu ini,” ajaknya.

Dia menambahkan, untuk mendorong penggunaan sosial media, tanpa ujaran kebencian, fitnah dan menghindari penyebaran hoaks serta tidak melakukan kampanye hitam untuk menentukan pemimpin.