Polisi Bersenjata Laras Panjang Kawal Pelipatan Surat Suara Pemilu Melawi

oleh

Personil Polres Melawi mengawal ketat proses pelipatan surat suara Pemilu

 

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Melawi saat ini tengah melaksanakan proses pelipatan dan penyortiran surat suara.

Gedung Serba Guna Melawi yang terletak di Kota Nanga Pinoh ramai oleh para petugas yang tengah bertugas melipat surat suara. Setiap tahapan Pemilu, termasuk pelipatan surat suara tak lepas dari pengawalan aparat keamanan kepolisian.

Hari ini, Kamis (14/3), Kabag Ops Polres Melawi, AKP. Sofyan, didampingi para Padal “Operasi Mantap Brata Kapuas 2019 melakukan pengecekan langsung personil pengamanan dari Polres Melawi di tempat pelipatan surat suara.

Pantauan media ini, personil Polres Melawi dengan bersenjata laras panjang dilengkapi metal detector melakukan pengamanan ekstra ketat pada kegiatan pelipatan dan penyortiran kertas surat suara yang akan digunakan saat Pileg dan Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi timbulnya berbagai kecurangan dalam pelipatan kertas surat suara dokumen Negara itu.

Memimpin langsung pelaksanaan pengamanan, Kabag Ops Polres Melawi, AKP Sofyan menjelaskan, pengamanan oleh pihaknya dilakukan sejak surat suara didrop dari KPU Provinsi sampai ke KPUD Melawi dengan aman dan tepat waktu.

AKP Sofyan menjelaskan, pihaknya menempatkan personil untuk memisahkan siapa saja yang boleh masuk ke dalam gedung serba guna saat proses pelipatan dan penyortiran surat suara ini. “Ada beberapa area yang khusus tidak setiap orang bisa masuk ke ruang tersebut,” tuturnya.

Selain itu lanjut AKP Sofyan, untuk pola pengamanan, Polres Melawi menempatkan anggota di gedung Serba Guna selama 24 jam penuh. “Personil juga berpatroli secara rutin untuk memantau keamanan gudang selama proses pelipatan maupun packing,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo mengungkapkan, pelipatan surat suara berlangsung dimulai pada Kamis (14/3). KPU menargetkan proses pelipatan bisa berlangsung secepatnya.

“Dalam pelipatan juga dilakukan sortir dan kemudian surat suara yang telah dilipat diikat dengan karet gelang. Saat itu juga dilakukan perhitungan jumlah surat suara yang datang dan berapa lembar yang rusak,” ucap Dedi.

Surat suara sendiri bukan logistik terakhir yang dikirim oleh KPU RI. Dedi memaparkan, masih ada formulir C1 dan turunannya serta lembar pleno yang masih menunggu dari pusat. Selain itu pula, KPU Melawi masih kekurangan bilik dan kotak suara untuk tujuh TPS.

“Kita menunggu dari KPU RI untuk pengiriman logistik terakhir. Untuk kekurangan bilik dan kotak, sudah kita laporkan ke pusat,” jelasnya.