2020, Pemprov Kalbar Targetkan 159 Desa Mandiri

oleh

Wagub Kalbar, Ria Norsan, hadiri kegiatan Musrenbang Tingkat Bengkayang

MELAWINEWS.COM, BENGKAYANG – Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menghadiri Musrenbang Tingkat Kabupaten Bengkayang, Rabu (6/3) di Aula Kantor Bupati.

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan salah satu target yang hendak dicapai pada tahun 2020 adalah terciptanya desa mandiri di Kalbar.

“Saat ini, baru satu desa yang masuk kategori desa mandiri di Kalbar yakni di Kabupaten Kayong Utara. Oleh karena itu, tahun 2020 Pemprop menargetkan dapat menciptakan 159 desa mandiri lagi.” ungkap Wagub.

Wagub juga mengingatkan kepada semua Pemkab untuk mendukung lima target yang ingin dicapai melalui kewenangan pemerintah kabupaten dan kota, yakni pertama indeks infrastruktur naik pada tahun 2020 menjadi 63% dari sebelumnya, kedua mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan prinsip good governance pada tahun 2020 saya targetkan indeks reformasi birokrasi menjadi B dan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemwrintah juga B sehingga pada tahun 2021 sudah menjadi BB, ketiga mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas produktif dan inovatif naik menjadi 67,87% dari sebelumnya, keempat mewujudkan masyarakat sejahtera di targetkan ekonomi tumbuh 5,35%, pengangguran 3,63 %, kemiskinan 6,43% dan desa mandiri menjadi 159 desa di tahun 2020 mendatang, kelima mewujudkan masyarakat yang tertib sehingga di tahu 2020 tidak ada lagi konflik sosial, dan keenam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan ditargetkan indeks kualitas lingkungan hidup menjadi 66,40 % di tahun 2020.

Bupati Bengkayang menyebutkan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkayang tahun 2018 sebesar 5,40 % di tahun 2020 diharapkan meningkat lebih dari 5 % dari sebelumnya, angka pengangguran dari tahun 2016 – 2018 setabil 2, 41%, angka kemiskinan menurun dari tahun 2017 7,52% di tahun 2018 menjadi 7,17%, indeks pembangunan manusia meningkat mejadi 67,28%.

Selanjutnya, Bupati mengungkapkan apabila tahun ini gate border akan di buka, sekarang sudah MoU masalah air bersih untuk di salurkan di beberapa kota dan kabupaten untuk dapat di fasilitasi dan Sanggau Ledo sendiri ditetapkan sebagai kawasan sawit dan jagung sedangkan sekolah SMA dan SMK sekarang sudah menjadi kewenangan provinsi ini sebenarnya sudah lama mau di bangun karena tergantung pada aturan yang ada serta di masa kedepan.

“Kedepan jalan dari Anjongan sampai Jagoi supaya menjadi jalan strategis tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

(Adrianus Ruli/Tim Humas dan Protokol Setda Bengkayang).