Longsor, Akses Jalan Keninjal Putus Total

oleh

Akses jalan ke Keninjal putus akibat logsor

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Jalan menuju Desa Nanga Belimbing dari arah Desa Pemuar juga terputus total karena tertimbun longsor. Akses jalan menuju Keninjal putus total.

Kades Nanga Belimbing, Kecamatan Pinoh Utara, Tan Husni dihubungi Senin (4/3) mengungkapkan terputusnya akses jalan menuju desanya terjadi bersamaan dengan longsor di ruas jalan nasional. Longsor ini bahkan lebih parah bila dibandingkan dengan yang terjadi di ruas jalan nasional Pinoh-Sintang.

“Jalan ini sangat-sangat tidak bisa dilalui. Saja benar-benar putus total. Karena ada sembilan titik longsor yang menimbun seluruh badan jalan sehingga tak bisa dilalui kendaraan atau orang. Longsor ini tinggi, karena memang turun dari atas bukit Matok,” katanya.

Tan Husni mengatakan dampak yang dirasakan warganya akibat jalan putus mulai dari para pelajar yang tidak bisa pergi ke sekolah. Karena siswa asal Desa Nanga Belimbing kebanyakan bersekolah ke SMA yang ada di Pemuar atau Nanga Pinoh serta Desa Batu Buil. Sementara akses menuju keluar desa tertutup longsor.

“Begitupula dengan aktivitas sekolah di dalam desa, seperti SD dan SMP tak bisa berjalan maksimal. Karena gurunya kan berangkat dari Nanga Pinoh. Mereka tak bisa masuk ke desa. Terpaksa sekarang libur,” katanya.

Selain terganggunya aktivitas belajar, Tan Husni juga mengungkapkan aktivitas masyarakat juga ikut terganggu. Mereka tak bisa berbelanja ke Kota Nanga Pinoh atau untuk menjual hasil kebun karena jalan terputus.

“Sementara mau lewat sungai juga jarak tempuhnya sangat jauh dan tentu mengeluarkan biaya yang lebih besar karena harus menggunakan perahu motor. Tahulah masa sekarang ekonomi masyarakat sedang sulit,” katanya.

Total area jalan yang tertimbun longsor, kata Tan Husni mencapai lebih dari satu kilometer. Ia juga mengungkapkan, longsor ini merupakan longsor yang terparah hingga membuat jalan utama menuju desa Nanga Belimbing tak bisa dilalui sama sekali.

“Kami sudah meminta bantuan dari perusahaan yakni PT Rafi agar menurunkan alat berat untuk membantu membuka jalan. Namun, karena sering macet, alatnya juga tak bisa maksimal bekerja,” katanya.

Tan sendiri sudah melaporkan bencana longsor ini pada pemerintah serta BPBD. Ia mengharapkan ada perhatian segera dari pemerintah untuk menggusur material longsor yang menutupi jalan di sepanjang Pemuar menuju Keninjal. Karena bila tak ditangani segera, maka semakin lama anak-anak setempat bisa kembali bersekolah serta terganggunya perekonomian masyarakat.

“Longsor kalau masih sedikit-sedikit, mungkin bisa ditangani masyarakat dengan gotong royong. Tapi kalau sudah parah seperti sekarang, kita hanya bsia berharap pada pemerintah untuk segera menanganinya,” katanya.