Melalui Konsultasi Publik, Pemkab Sintang Bahas Program Kerja 2020

oleh

Konsultasi publik Pemkab Sintang bersama berbagai unsur masyarakat
MELAWINEWS.COM, SINTANG – Guna menyusun program kerja tahun 2020 yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan  masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Konsultasi Publik untuk mendapatkan masukan dan saran dari banyak pihak, Jumat (1/3) di Pendopo Bupati Sintang.

Kartiyus, Kepala Bappeda Sintang menyampaikan APBD Sintang untuk 2020 yakni Rp 1,9 triliun. Namun kalau ditambah dengan anggaran perubahan akan menjadi sekitar 2 triliun. “Kita juga sudah siapkan anggaran untuk Pilkada Sintang, karena memang harus dibiayai APBD sekitar Rp 50 milyar,” ujarnya.

Tahun 2020 Sintang menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan tingkat nasional Lingkat Kabupaten Temu Lestari. Tahun 2020 belanja tidak langsung akan bertambah karena penerimaan CPNS dan P3K. Tantangan terbesar kita  adalah menurunkan angka kemiskinan di Sintang,” papar Kartiyus.

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno menyampaikan bahwa konulstasi publik ini mendengarkan masukan dari masyarakat sebelum di sahkan. “Tahun 2020 kita sebut sebagai tahun pengembangan. Beberapa isu yang kita perhatikan tahun 2020 adalah isu produktivitas pertanian, produktivitas pelaku bisnis, produktivitas sektor jasa dan produktivitas ASN,”ujarnya.

Bupati Sintang juga menyampaikan informasi bahwa untuk mendukung pembangunan Pos Lintas Batas Sungai Kelik, pemerintah pusat akan membangun  Puskesmas megah  di Desa Jasa, jalan ke Sungai Kelik juga akan dibangun, PLN juga akan menyambung kabel dari Senaning ke Sungai Kelik, sinyal telekomunikasi juga baru 3G hanya untuk SMS saja akan ditingkatkan ke 4G.

Selai itu, Jembatan Ketungau 2 tahun ini harus selesai karena dana sudah siap, rangka baja juga siap. Jembatan Sungai Sekapat juga akan mulai dibangun. Jembatan di Seputau Tiga juga akan kita bangun tuntas. Arah Kebijakan RKPD 2020 adalah memperkuat sinergi antara Kabupaten-Kecamatan-Desa, efisiensi anggaran, keberlanjutan pembangunan  sehingga program/kegiatan menjadi tuntas
“TMMD 2020 akan kita laksanakan di Sungai Kura sampai ke Bukit Saran dengan membangun jalan karena  akan dibangun jalur PDAM. Lokasi yang kedua adalah pembangunan jalan dari Nanga Laar menuju Tanjung Miru di Kayan Hulu. Tahun 2019 ini Taman Bungur dan Taman Entuyut segera tata lebih layak anak dan lebih modern,” tambah Bupati Sintang.

Edy Sunaryo, dari Majelis Ulama Indonesia Sintang menyarankan agar pengembangan ekonomi kerakyatan harus dikembangkan misalnya pengembangan sapi ternak karena kebutuhan daging sapi di Sintang masih impor dari daerah lain.

Zaitun Aktivis Disabilitas mengingatkan agar Pemkab Sintang memperhatikan kaum disabilitas. “Mohon kepada pemerintah desa agar ada alokasi ADD untuk usaha kaum disabilitas sehingga mereka juga bisa memiliki pendapatan dan usaha. Belum ada sekretariat dan bantuan dana  untuk para pengurus disabilitas di Kabupaten Sintang,” saran Zaitun

Ustad Edy Toni dari Kopas KOPAS ( Koalisi Organisasi Peduli Anak Sintang ) menyampaikan ungkapan terima kasih sudah akan menata Taman Bungur dan Taman Entuyut. 

“Namun harus memperhatikan indikator layak anak. Kami juga minta penguatan sosialisasi pentingnya ASI eksklusif, maksimalkan juga tengah kesehatan yang merata. Mulai perhatikan rute aman sekolah dan sekolah ramah anak,” saran Ustad Edy Toni.