Rawan Longsor, Panji Minta Aktivitas Galian Batu Bukit Matok Disetop

oleh

Bupati Panji ikut memantau longsor di area Bukit Matok

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Aktivitas galian batu di Bukit Matok dianggap biang keladi bencana longsor. Karena itu, sejumlah pihak meminta agar penambangan batu ilegal di sekitar Matok bisa segera dihentikan.

Bupati Melawi, Panji yang ikut memantau longsor di Bukit Matok pun menegaskan, seharusnya masyarakat, bila sudah dilarang pemerintah, janganlah mengabaikan hal tersebut. Karena larangan galian batu tentu memang karena ada alasannya, yakni demi keamanan dan kenyamanan sekarang.

“Kalau kita taat dan mengikuti apa yang dilarang, maka kejadian ini tentu tidak akan terjadi. Maka jadikan kejadian ini sebagai momen yang mengajak kita untuk sadar untuk keselamatan bersama dan kepentingan bersama. Jangan kedepankan ego kita untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Panji pun berharap, kasus longsor Bukit Matok bukan menjadi sebuah momen biasa. Tapi ini harus yang terakhir. Soal wacana perda, pemerintah akan mempelajari berbagai aturan yang ada, baik dari undang-undang maupun aturan lainnya.

“Kalau memang harus ditindaklanjuti dengan perda, maka kita buatkan perda. Tapi kalau tidak, mungkin dari surat larangan, kalau itu dilanggar, maka bisa proses hukum. Kalau dari undang-undang lingkungan hidup kan sudah jelas ini melanggar, hanya selama ini kita tempatkan para pelaku dan pekerja yang ingin kita hormati, bukan harus diburu-buru. Kita minta ya sadar bersama, mari pahami betul. Berhentilah menggali,” katanya.

Panji melanjutkan, pasca kejadian longsor ini memang harus dilakukan langkah antisipasi. Diantaranya dengan menyiagakan alat berat bila terjadi longsor susulan.

“Kita kemarin setelah ada kejadian di Sayan, memang memperkirakan ada beberapa tempat yang bisa longsor. Ternyata kemudian terjadi longsor di Bukit Matok ini,” katanya.

Panji pun sudah mengimbau agar alat berat, baik milik pemda, maupun perusahaan dan pengusaha agar siap untuk bergerak bila terjadi bencana seperti ini.