Wartawan dan KPU Melawi “NGOPI” Bareng

oleh

NGOPI bareng KPU dan wartawan Melawi

MELAWINEWS.COM, Melawi – Para insan pers Kabupaten Melawi berkumpul dengan dua komisioner KPU Melawi, Jumat (22/2) pagi. Sembari menikmati sajian kopi dan makanan ringan dalam sebuah kafe di bilangan persimpangan Tugu Juang Nanga Pinoh, diskusi kecil pun mengalir. Pemilu serentak 2019 menjadi salah satu perbincangan, mengingat tak sampai dua bulan hari pencoblosan bakal digelar.

Bertajuk ‘NGOPI” yang merupakan kependekan dari Ngobrol Pemilu bersama Wartawan, Komisioner KPU Melawi, Airin Fitriansyah mengatakan kumpul bareng wartawan ini menjadi yang perdana digelar oleh KPU Melawi.

“Walau mungkin sudah biasa ketemu di kantor, tapi kita jarang bertemu di warung kopi. Jadi ini kesempatan kita untuk bisa kumpul bareng bersama para wartawan,” ucap mantan jurnalis ini.

Airin menegaskan media menjadi elemen penting dalam proses demokrasi yang sedang berjalan. Menurutnya, media sebagai corong masyarakat bisa ikut mengawasi serta memberikan masukan terhadap penyelenggara dan peserta pemilu terkait berbagai persoalan yang ada.

“Karena itu, kami memandang, kolaborasi KPU dan para wartawan ini sangatlah penting sehingga berbagai informasi terkait tahapan hingga aturan tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 ini bisa diketahui oleh masyarakat luas,” katanya.

Dalam waktu dekat, lanjut Airin, KPU akan melakukan rekrutmen terhadap petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di 169 desa dan 707 TPS. Rekrutmen ini mulai dibuka pada 28 Februari mendatang.

“Ada 6.363 petugas KPPS termasuk dengan dua Linmas yang akan menjaga TPS,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU lainnya, Abol Kasim memaparkan sejumlah tahapan yang kini sedang berjalan di KPU. Misalnya saat ini KPU masih membuka layanan pindah milih bagi para pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilih ditempat ia terdaftar.

“Dibuka sampai 18 Maret mendatang. Kita memang sudah pleno DPTb tahap satu, tapi untuk layanan pindah memilih masih bisa dilakukan di PPS maupun KPU,” katanya.