Misteri Bukit Kelam, Batu Terbesar di Dunia

oleh

Bukit Kelam
MELAWINEWS.COM, SINTANG – Gunung Kelam,
satu-satunya gunung monolit terbesar di dunia yang berada di Indonesia dan lebih besar dari batu monolit Avers Rock, Australia?

Berdasarkan Wikipedia, batu ini disebut dengan Gunung Kelam, namun masyarakat lebih familiar menyebutnya dengan Bukit Kelam.

Gunung Kelam adalah gunung yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

Gunung Kelam membentang dari barat ke timur dengan ketinggian 1.002 mdpl merupakan sebongkah batu raksasa (monolit).

Tempat ini terletak 20 Km dari kota Sintang dan sekitar 395 Km dari Pontianak ibukota Provinsi Kalimantan Barat.

Kawasan Gunung Kelam berada di hutan wisata Bukit Kelam. Bukit Kelam berada di antara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas.

Konon katanya, dahulu kala Bukit Kelam merupakan sebuah bongkahan batu yang dipikul oleh sorang pemuda sakti dari Suku Dayak bernama Bujang Beji. Batu tersebut dipikul untuk kemudian digunakan sebagai pembendung Sungai Melawi.

Pada saat itu ada dua buah sungai yang saling berhubungan disana, yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Setiap sungai dikuasai oleh seseorang. Sunga Kapuas dikuasai oleh Bujang Beji, sedangkan Sungai Melawi dipegang oleh Temenggung Marubai.

Mereka berdua memiliki kesenangan untuk menangkap ikan. Pada suatu saat, Bujang Beji merasa iri hati lantaran melihat Temenggung mendapatkan hasil tangkapan ikan lebih banyak di Sungai Melawi. Karena rasa iri hatinya, ia kemudian mengambil semua ikan yang berada di Sungai Melawi hingga tinggal sedikit, dan kemudian ia berusaha untuk memutuskan aliran Sungai Melawi dengan Sungai Kapuas dengan membendungnya.

Akan tetapi, pada dewi kayangan turun dan menggodanya. Bujang Beji pun melihat keatas dan tanpa sengaja tali penangkut batu raksasa milikinya terputus. Batu tersebut kemudian terjatuh di sebuah lembah bernama Jetak. Itulah kurang lebih cerita legenda asal-usul Batu Kelam yang diceritakan secara turun-temurun.

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana proses terbentuknya batu raksasa tersebut. Ada yang benar-benar percaya dengan legenda Bujang Beji, ada pula yang berpendapat bukit ini merupakan Batu Meteor pada zaman dahulu.

Banyak masyarakat mempercayai legenda Bujang Beji karena mereka percaya dengan adanya orang sakti atau berkemampuan luar biasa pada zaman dahulu.