Fopad Melawi Minta Kejelasan Lokasi Penjualan Daging Babi

oleh

Foto bersama usai gelar audensi
MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Keberadaan pedagang daging babi yang berjualan di Kota Nanga Pinoh, Melawi, membuat sejumlah masyarakat merasa gerah.

Masyarakat mempersoalkan keberadaan pedagang yang menjual daging babi tersebut, karena berdekatan dengan pemukiman padat penduduk dan ditepi jalan umum.

Selain meresahkan warga aktifitas penjualan daging babi dipemukiman padat penduduk juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan sosial.

Terkait itu, Forum Pemuda Dayak (Fopad) Kabupaten Melawi didampingi sejumlah penjual daging babi di Kota Nanga Pinoh beraudensi dengan Bupati Melawi, Panji, dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskumdag) Melawi, Senin (18/2) di Rumah Jabatan Bupati Melawi.

Menurut Ketua Fopad Melawi, Saleh, kedatangan pihaknya bersama dengan sejumlah penjual daging babi menemui bupati untuk meminta kejelasan terkait dengan lokasi penjualan daging babi di Kota Nanga Pinoh. Karena sebelumnya sudah direncanakan untuk dipindahkan, namun hingga saat ini belum realisasi.

“Kita berharap kepada Pemkab Melawi melalui instansi terkait untuk memberikan solusi dengan menyediakan lokasi atau tempat penjualan daging babi tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk dan layak,” sebut Saleh.

Saleh menegaskan, agar Pemkab Melawi menyediakan tempat atau lokasi khusus penjualan daging babi itu, sehingga tidak lagi meresahkan sejumlah warga.

“Terima kasih kepada Pemkab Melawi yang telah memberikan solusi dan kejelasan serta penjelasan terkait dengan tempat penjualan daging babi di Kota Nanga Pinoh. Semoga niat baik pemerintah dapat segera direalisasikan, yang tentunya merujuk kepada regulasi dan prosedur,” ungkapnya.

Dikesempatan itu Bupati Melawi, Panji mengungkapkan, bersama Diskumdag akan segera meninjau ulang tentang lokasi yang baru untuk tempat penjualan daging babi tersebut.

Untuk lokasi kata Panji tetap mengambil di area Kota Nanga Pinoh. “Segera kita meninjau lokasi mana yang pantas,” jelasnya.