Cap Go Meh 2570, Ada Bazaar Kuliner di Nanga Pinoh

oleh

Stand Ssv Konf. St Petrus menjual makanan tradisional khas Tionghoa
MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Melawi, Kalbar, kembali menggelar bazaar untuk menyongsong Cap Go Meh 2570 tahun 2019.

Kegiatan bazaar tersebut mengambil lokasi dilapangan Perbasi Kota Nanga Pinoh. Puluhan stan pun ikut bergabung memeriahkan bazaar.

Sebelumnya, menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2570 tahun 2019 di Kabupaten Melawi, MABT Melawi juga melaksanakan kegiatan bazaar ditempat yang sama.

Kali ini bazaar kuliner digelar selama tiga hari (16-18 Februari) yang merupakan agenda tahunan rutin MABT Melawi dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Melawi.

Pantauan MelawiNews.Com, saat pembukaan bazaar, Sabtu (16/2) pukul 16.00 WIB, beragam aneka stan makanan dan minuman, utamanya stan masakan khas Tionghoa yang dijual diserbu ratusan pengunjung.

Selain bazaar aneka kuliner itu, berbagai pernak-pernik bernuansa Imlek dan Cap Go Meh memeriahkan acara tersebut juga dijual.

Ketua MABT Melawi, Taufik, disela-sela pembukaan bazaar itu kepada media ini mengatakan, konsep bazaar yang diselenggarakan oleh panitia tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Taufik mengungkapkan, bazaar diselenggarakan sebagai satu upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya Tionghoa di Kabupaten Melawi serta tempat bersilaturahmi melalui wisata hiburan diantara warga Tionghoa khususnya, maupun masyarakat etnis lainnya.

Taufik, Anggota DPRD Melawi dari Partai Golkar itu menyebutkan, bahwa penyelenggaraan bazaar dan perayaan Imlek hingga Cap Go Meh menjadi bukti bahwa Kabupaten Melawi merupakan daerah yang multietnis.

Ia berharap, keamanan dan kenyamanan seluruh etnis dalam menjaga dan melestarikan budaya serta ibadahnya di Kabupaten Melawi bisa terus dijaga.

Hal ini, lanjut Taufik, telah mencerminkan betapa budaya Tionghoa dan budaya multietnis sudah menyatu di daerah Kabupaten Melawi.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Melawi ini juga menuturkan, bahwa bazaar kuliner Cap Go Meh ini bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa, namun juga bisa dikunjungi seluruh warga.  “Seluruh masyarakat bersatu dengan keberagaman yang ada melalui agenda bazaar,” tutupnya. 

Salah satu pengujung bazaar, Laurensius mengaku senang dengan adanya bazaar Cap Go Meh yang diselenggarakan kembali di Kota Nanga Pinoh.

“Saya senang sekali hari ini warga Tionghoa khususnya bisa menikmati kembali aneka kuliner tradisional maupun modern,” ucapnya.

Laurensius menilai perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang didukung berbagai acara seperti bazaar ini membuat warga khususnya warga Tionghoa sangat terhibur.