Pembangunan Jalan Sintang-Ketungau Dianggarkan Rp 12,3 Miliar

oleh

Aksi blokade jalan Sintang-Ketungau yang dilakukan masyarakat Desa Simba Raya menuntut perbaikan
MELAWINEWS.COM, SINTANG – Aksi blokade jalan Sintang-Ketungau yang dilakukan masyarakat Desa Simba Raya, Kecamaran Binjai Hulu, pada Selasa (12/2) membuat beberapa pihak tak setuju dengan cara tersebut.

Salah satunya Anggota DPRD Sintang, Florensius Roni. Menurutnya apa yang disampaikan Gubernur Kalbar, Sutardmiji sudah sangat jelas, bahwa jalan berstatus provinsi tersebut sudah dianggarkan untuk perbaikan, tapi kenapa masih warga melakukan aksi.

“Waktu kunjungan Pak Gubernur kesana pada 25 Januari 2019 lalu, saya juga ikut. Beliau bilang sudah dianggaran pada tahun 2019 ini sebesar Rp12,3 miliar,” ujarnya, Rabu (13/2).

Hanya saja, kata Roni memang untuk memperbaiki poros jalan itu masih menunggu proses lelangnya. Jadi diharapkan warga Simba Raya sabar menunggu hingga proses tersebut selesai.

“Pengerjaan itu tak bisa instan, semua butuh proses yang lama. Jadi masyarakat harus bersabar. Baru juga beberapa hari Pak Gubernur kunjungan kesana, masak sudah nuntut,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat jangan mudah terprofokasi. Artinya ini suasana tahun politik, jadi ditakutkan ada oknum yang membelakangi aksi tersebut untuk kepentingannya, sehingga isu jalan ini menjadi tameng baginya untuk mendapatkan perhatian.

“Saya juga sudah hubungi Pak Gubernur. Lalu beliau bilang kalau demo seperti itu, dibatalkan saja perbaikannya, takut aksi itu dipolitisir orang. Ada orang nanti yang jadi pahlawan untuk kepentingannya,” kata dia.

Tapi ditegaskan Roni, dia meminta ke Gubernur Kalbar, tidak usah dibatalkan dulu. Tapi diluruskan saja, agar masyarakat dan semua orang sadar. Apa yang sudah diperjuangka orang nomor satu di Pemprov Kalbar itu untuk Sintang.

“Intinya beliau itu minta diluruskan saja. Jadi ke depan jangan ada lagi aksi penutupan jalan. Cukuplah kemarin saja, jangan diulangi lagi,” pungkasnya. (Yanti)