Warga Binjai Blokir Jalan, Ini Penyebabnya

oleh

Warga Simba Raya memblokir jalan karena kecewa pada pemerintah yang tak segera memperhatikan
MELAWINEWS.COM, SINTANG-Warga Simba Raya kecamatan Binjai Hulu kabupaten Sintang memblokir jalan pada Selasa (12/2). Aksi ini dilakukan untukn menuntut janji Gubernur Kalbar Sutarmidji membangun jalan di wilayah itu.

Akibat aksi tersebut akses menuju 4 Kecamatan lumpuh total. Jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi tersebut kondisinya memang rusak. Apalagi disaat musim hujan seperti sekarang. Namun sampai kini tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. Hal inilah yang memicu kekecewaan warga sehingga melakukan aksi blokir jalan.

Akibat kondisi jalan yang rusak itu, akses transportasi terhambat. Bagi pengendara harus ekstra hati-hati jika tak ingin amblas dan mandi lumpur baik roda dua maupun roda empat serta roda enam.

Sementara untuk roda empat maupun lebih, bisa melintasinya jika doble gardan. Namun tak jarang pula ada yang amblas. Sementara untuk roda dua, sedikitnya ada 8 jembatan darurat yang dibuat oleh warga sepanjang jalan tersebut agar dapat melintas.

Hanya saja konsekuensinya, pengendara roda dua itu harus membayar, Rp.2 ribu hingga Rp.5 ribu apabila ingin melintasnya. Sehingga dengan kondisi tersebut, bagi pengendara roda dua, hampir Rp.50 ribu menggelontorkan dana bila pulang-pergi.

Kondisi jalan yang baru 2 tahunan berubah status jadi provinsi ini pula, membuat warga Desa Simba Raya dan sekitarnya merasa tak diperhatikan pemerintah. Sehingga mereka melakukan aksi pemblokadean dan ini aksi yang kedua kali sejak tahun 2016 lalu.

Koordinator Aksi, Remegius mengatakan, Warga Simba raya khususnya tidak banyak yang dituntut hanya minta segera untuk memperbaiki jalan di Simba Raya ,sebab jarak tempuh antara pusat kota kabupaten hanya berjarak 7 km bahkan di Dak Jaya sudah terlebih dulu di hitamkam tetapi untuk desa Simba raya belum disentuh.

“Kedua kami menuntut janji bahwa pada (25/1/2019) Gubernur Kalbar berkunjung ketempat kami dengan berjanji akan memperbaiki jalan dan akan memanggil pihak perusahaan namun hingga hari ke 17 pasca kunjungan belum juga terealisasi,” katanya.

Ditambahkanya dengan aksi damai yang dilakukan warga Simba Raya tersebut agar warga Simba Raya dapat menikmati Jalan Jalur Lintas Ketungau -Sintang ini dengan harapan pihak terkait supaya melihat dan segera memperhatikan jalan tersebut dan datang ke TKP. Seandainya pihak pemerintah tidak segera hadir maka kami akan melakukan blokir dengan lebih besar lagi. Inilah harapan kami ,pihaknya tidak melibatkan desa lain namun karena unsur prihatin terhadap 4 kecamatan dihulunya.

“Harapan besar kami, dengan adanya aksi ini, instansi terkait bisa datang untuk memberikan solusi,” jelasnya.
Seandainya pihak pemerintah tidak menghadirkan perwakilan datang kesini, maka pihaknya tidak akan memembuka jalan yang telah diblokir itu.

“Tidak direspon hari ini, kami akan mengadakan lebih besar lagi. Inilah harapan kami, makanya instansi terkait kami harapkan bisa hadir di sini,” jelasnya.
Dikatakannya juga, jalan tersebut merupakan penghubung 4 kecamatan. Maka dari itu, Desa Simba Raya mewakili 4 kecamatan tersebut untuk menyuarakan aspirasi.

“Untuk hari ini kami hanya melibatkan warga kami dan beberaoa warga sekitar, hanya untuk awal saj. Tapi kalau tidak ada tanggapan, maka akan lebih ramai lagi,” jelasnya.

Hal senada di sampaikan Kepala Desa Simba Raya, Sugiono bahwa janji Gubernur Kalbar saat kunjungan kerjanya pada 25 januari lalu mengatakan, bahwa akan memanggil 8 perusahaan yang berada di Binjai-Ketungau untuk perbaikan.

“Tapi sampai hari ini tidak ada realisasinya. Apakah gubernurnya belum panggil atau memang perusahaan yang melalaikan. Kita tidak tahu. Makanya janji itu juga menjadi tuntutan warga,” terangnya.

Dirinya juga merasa bangga dengan aksi yang dilakukan warganya dan warga sekitarnya itu. Karena memang dilihatnya kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. Sehingga memang harus segera dapat ditangani. (Yanti)