Wisuda Sarjana STKIP Melawi, Kampus Harapkan Lulusan Terserap Lapangan Kerja

oleh

Prosesi wisuda sarjana STKIP Melawi
MELAWINEWS.COM, Melawi – 264 Sarjana mengikuti Wisuda angkatan ke IV STKIP Melawi, Sabtu (9/2) lalu. Para sarjana muda inipun diharapkan bisa mengisi kekosongan tenaga guru yang kerap kali menjadi isu sektor pendidikan di Melawi.

Ketua STKIP Melawi, Sukardi mengatakan, mahasiswa yang ikut yudisium semuanya berjumlah 264 orang, berasal dari Prodi PGSD sebanyak 222 dan Penjas sebanyak 42. Setiap prodi tersebut ada mahasiswa yang meraih IPK tertinggi serta mahasiswa tercepat menyelesaikan mata kuliahnya.

“Di Prodi PGSD, IPK tertinggi diraih 3,8 Sastia Wati dan Prodi Penjas 3,51 atas nama Zuprianto. Ada juga mahasiswa yang tercepat menyelesaikan kuliah untuk PGSD Muhlisin selama 3,8 tahun, Prodi Penjas atas nama Rosmawati Sewita yakni selama 3,11 tahun,” paparnya.

Ia juga berharap dari Pemerintah terus mendukung STKIP Melawi. Kemudian kaitan dengan lapangan pekerjaan lulusan STKIP Melawi, Ia mengaku masih minim, terutama untuk guru. Sebab kuota CPNS untuk guru masih sangat kecil dibandingkan kebutuhan guru saat ini.

“Intinya ketika kuota yang diusulkan oleh Pemkab ke Menpan hanya mendapatkan kuota yang kecil, harapan kami putra daerah bisa mengambil andil serta diutamakan,” harapnya.

Ketua yayasan Melawi Mekar, Dr. Clarry Sada, mengatakan, kegiatan hari ini merupakan wisuda ke ke IV. Kegiatan wisuda merupakan puncak dari kegiatan akademik. Setiap mahasiswa harus menempuh karya karya ilmiah ya. Bagi mahasiswa, kegiatan ini sangat penting, karena hanya terjadi satu kali seumur hidup.

“Kita ucapan terima kasih kepada pemerintah atas kerjasama ya selama ini, dukungan ya selama ini. Kita berharap bisa memoles kampus ini dengan baik. Karena kampus ini tidak hanya milik STKIP. Namun milik masyarakat Melawi. ita juga berharap wisudawan wisudawati bisa menjadikan wisuda ini sebagai upaya menempuh masa depan,” kata Mantan Ketua STKIP Melawi ini.

Ia mengatakan, untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah cukup sulit. Sekarang seleksi CPNS saja sudah berubah aturannya. Jika mengikuti aturan tersebut, tidak sampai 10 orang yang lulus. Hari ini sudah menggunakan rangking.

“Artinya menuntut kita bahwa kita terus belajar. Jangan setelah wisuda berhenti belajar,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono yang hadir mewakili Bupati Melawi mengungkapkan kabupaten Melawi masih membutuhkan banyak guru.

“Kita perlu seribuan guru. Rinciannya 150 untuk PAUD, 200 guru SMP, serta sekitar 650 guru SD,” katanya di depan wisudawan.

Hanya, Joko menegaskan, kebutuhan guru tersebut sebagian besar berada pada daerah khusus atau daerah 3T. Karena sekitar 75 persen desa di Melawi berada di daerah tertinggal dan miskin.

“Bila setiap tahun diterima 200 orang guru, maka perlu enam tahun untuk memenuhi guru di Melawi. Itu juga dengan catatan tidak ada yang pensiun atau meninggal. Sementara, untuk guru saja hampir 100 orang pensiun tiap tahunnya,” jelasnya.

Joko pun berharap para sarjana yang dihasilkan oleh STKIP Melawi masih berpeluang untuk terserap dalam lapangan kerja. Terutama sebagai tenaga pendidik. Ia bersyukur STKIP sudah mencetak SDM di bidang pendidikan yang nantinya akan berperan membangun daerah ini.

“Tentunya tantangan kedepan juga akan semakin berat. Utamanya dalam kaitan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Tugas ini juga berada di pundak sarjana, untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kita,” katanya.