Proyek Air Bersih Tanjung Sokan Hanya Dibiarkan Terbengkalai

oleh

Lokasi mesin pendorong air ke bak penampung di Bukit Ransa yang terletak di Sungai Pinoh
MELAWINEWS.COM, SOKAN – Proyek air bersih di Desa Tanjung Sokan, Kecamatan Sokan, Melawi, yang di danai Pemprov. Kalbar miliar rupiah pada tahun 2014, kini hanya dibiarkan terbengkalai.

Masyarakat belum bisa menikmati proyek air bersih yang sumbernya berasal dari Sungai Pinoh dengan bak penampung di Bukit Ransa itu. Akibatnya proyek tersebut sama sekali tak ada asas manfaat bagi masyarakat setempat.

Mantan Kepala Desa Tanjung Sokan, Ujang Suparman, mengatakan dengan anggaran yang begitu besar diperkirakan sekitar Rp 6 Milir lebih itu dari pemerintah provinsi yang notabene dari uang rakyat, malah dibuat tak berfungsi.

Menurut Ujang, pekerjaan proyek air bersih ini sebenanrnya sudah selesai, hingga sudah pernah uji coba distribusi air kepada sebagian warga di Desa Tanjung Sokan, namun seiring berjalan waktu operasional distribusi air tidak dilanjutkan dengan pemasangan pipa standar.

Ujang menjelaskan, dengan tidak difungsikan proyek air bersih berlokasi di areal 50 X 100 meter itu, hingga tidak ada perawatan dari pihak terkait, sejumlah alat-alat pendukung distribusi air saat ini sudah hilang, seperti pipa dari sungai ke bak penampung dan tenaga surya sekitar 70 unit sudah raib.

Ujang pun mengemukakan kekecewaannya. Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu sejatinya masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari air bersih melalui program pemerintah. Sayangnya, harapan masyarakat itu hanya menyisahkan cerita.

“Proyek tersebut semakin memprihatinkan, sebab di areal bak penampung kini dikelilingi rumput dan kayu semakin membesar bagaikan hutan. Pipa-pipa utama hilang. Bak penampungan air tak terawat dan kosong,” ujar Ujang Suparman, Rabu (6/2) dilokasi proyek air bersih itu.

“Sampai saat ini hasil dari pembangunan proyek air bersih itu belum dinikmati masyarakat. Jangankan warga desa tetangga, kami saja yang menjadi pusat pengambilan air bersih belum merasakan manfaat dari proyek itu,” sesalnya.

Padahal lanjut Ujang, apabila proyek ini berfungsi, distribusi air bersih tidak hanya dikonsumsi warga Desa Tanjung Sokan, namun warga desa lain seperti warga di Desa Muara Tanjung, Nanga Sokan, Sepakat dan Desa Nanga Potai, dapat menikmatinya.

Terkait masalah ini, Ujang mengaku sudah pernah berkonsultasi ke Pemprov. Kalbar untuk difungsikan hingga mengirim surat. Sayangnya, jawaban dari pihak provinsi hingga saat ini belum realisasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin menyebutkan, operasional proyek air bersih ini apabila difungsikan tidak terlalu besar biayanya, sebab mesin pendorong air ke bak penampung di bukit masih ada di sungai, hanya pemasangan kembali pipa-pipa dari sungai ke bak penampung dan kerumah-rumah warga serta pemasangan tenaga surya.

“Masyarakat sangat berharap kepada instansi terkait di Pemprov. Kalbar, proyek air bersih ini difungsikan, agar warga dapat menikmati hasil pembangunan,” harap legislator Partai Golkar itu.