Ajak Gunakan Hak Pilih, Relasi Melawi Sambangi Kediaman Penduduk Hingga Rumah Tahanan

oleh

Relawan Demokrasi Melawi menyampaikan sosialisasi pemilu di dalam ruang tahanan Polres Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Relawan Demokrasi (Relasi) Melawi terus bergerak ke sejumlah basis. Rumah penduduk, kelompok pengajian, jamaah gereja, sekolah, komunitas, hingga rumah tahanan disambangi untuk memberikan sosialisasi pada calon pemilih.

Salah seorang anggota Relasi Melawi, Jeki misalnya mendatangi warga dari rumah ke rumah di Nanga Sayan, Kecamatan Sayan. Sembari menyebarkan pamflet tentang ajakan memilih pada 17 April mendatang, ia juga mensosialisasikan tahapan pemilu yang mesti diketahui warga.

“Yang utama tentu kita mengajak agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2019 mendatang. Yakni datang ke TPS pada 17 April, jangan sampai golput,” katanya.

Jeki juga meminta warga mengecek namanya di papan informasi yang biasa disediakan oleh PPS setempat. Sehingga bila belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) warga tersebut bisa segera menghubungi petugas TPS.

“Kita juga meminta masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik segera melakukan perekaman. Mengingat tanpa adanya KTP El, maka bila ia tak terdaftar di DPT nanti tak bisa menggunakan hak pilih. Kalau tak masuk DPT, namun ada KTP, ia masih bisa datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya diatas jam 12.00,” katanya.

Sementara itu, Relasi Melawi juga menyambangi rumah tahanan Polres Melawi, Sabtu (2/2) lalu. Koordinator Relasi Basis Pemilih Berkebutuhan Khusus, Saimin mengatakan sosialisasi yang menyasar pada tahanan Polres Melawi dilakukan karena mereka juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih pada 17 April mendatang.

“Sosialisasi dan imbauan ini kita gelar langsung di dalam tahanan. Bersama Kanit Tahti Polres Melawi, Ipda Sungagri kita memaparkan berbagai hal terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019,” katanya.

Saimin yang hadir bersama anggota Relasi lainnya, Nurhasanah mengungkapkan Relasi juga menjelaskan terkait pindah memilih bagi pemilih. Ia juga menjelaskan, adanya perbedaan pelaksaaan pemilu 2019 dengan 2014 lalu.

“Contoh surat suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 kita sampaikan karena nanti setiap pemilih akan mendapatkan lima surat suara, baik DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten serta Pemilu Presiden,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tahanan, kata Saimin masih berharap agar mereka bisa tetap bisa menggunakan hak suaranya pada 17 April mendatang dengan kebijakan khusus dari KPU.