Jumlah APK Berlebih, Bawaslu Melawi Lakukan Penertiban

oleh

Penertiban APK oleh Bawaslu Melawi bersama Satpol PP dan Kepolisian
MELAWINEWS.COM, Melawi – Bawaslu Melawi melakukan penertiban sejumlah APK milik caleg salah satu parpol, Jumat lalu. Penertiban dilakukan karena jumlah APK tersebut melebihi jumlah yang telah ditetapkan oleh KPU.

Ketua Bawaslu Melawi, Johani mengungkapkan, penertiban APK dilakukan di dua desa, yakni Desa Paal dan Desa Baru, kecamatan Nanga Pinoh. Petugas gabungan ini bergerak dari perbatasan desa Kelakik dan desa Paal serta berakhir di Jalan Kenanga, Pasar Nanga Pinoh

“APK yang ditertibkan berasal dari dua desa ini. Proses penertiban dimulai pukul 15.20 WIB dengan melibatkan jajaran Satpol PP, PPK dan Panwascam Nanga Pinoh serta aparat kepolisian,” katanya.

Dipaparkan Johani, sebanyak 15 APK diamankan oleh jajarannya. Seluruhnya berasal dari salah satu parpol di Melawi. Johani menyebut, awalnya dari pendataan oleh jajarannya didapati ada dua caleg yang jumlah APK nya melanggar.

“Namun, setelah kita surati, satu caleg ini telah menertibkan sendiri APK nya. Sehingga saat ini kami menertibkan APK caleg yang belum membongkar sendirinya,” terangnya.

Saat ini, lanjut Johani, proses penertiban APK baru dilakukan di kecamatan Nanga Pinoh. Hal ini didasarkan hasil pemetaan dan pemantauan oleh Panwaslu Kecamatan Nanga Pinoh pada Bawaslu dan dilakukan penertiban bersama-sama, Sabtu lalu.

“Ada kemungkinan juga nantinya penertiban terhadap APK dari partai lain juga. Hanya kita sekarang masih terus melakukan pengawasan dan pemasangan APK dari setiap partai peserta pemilu di Melawi,” jelasnya.

Sebelumnya KPU Melawi sudah membatasi jumlah APK yang diadakan sendiri oleh Parpol. APK Caleg termasuk yang dihitung sebagai bagian dari APK Parpol.

“Kalau mencetak sendiri, sesuai dengan kesepakatan bersama diatur bahwa untuk baleho parpol maksimal lima buah per desa, sedangkan spanduk maksimum 10 buah per desa. Kalau caleg membuat sendiri baleho, itu tetap dihitung jatah parpol, sehingga bila lebih dari lima, berarti melebihi ketentuan yang diatur,” Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo.