Penampakan Buaya Hebohkan Warga

oleh

Seekor buaya kembali menghebohkan warga Desa Wajok Hilir, Mempawah
MELAWINEWS.COM, MEMPAWAH – Kemunculan seekor buaya kembali menghebohkan warga Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Jum’at sore (18/1).

Seringnya muncul seekor buaya yang dikenal sebagai predator berbahaya bukanlah hal yang pertama kalinya.

Bahkan warga yang tinggal di jalan Manunggal X, sering melihat buaya menampakkan wujudnya di parit tempat masyarakat melakukan aktifitas mandi dan mencuci setiap harinya.

Ketua RW Jalan Manunggal, Hasanuddin, kepada awak media mengungkapkan, bahwa dirinya merasa khawatir dan resah terkait adanya kemunculan buaya di parit pemukiman warga, diketahui buaya sering muncul secara tak terduga.

Sebagai mana diketahui bersama, parit ini digunakan untuk mandi dan mencuci setiap hari.

“Kalau situasi seperti ini mane lagi mau mandi kita disini, tentunya merasa takut. Nanti pas turun ke parit, dia (buaya, red) tiba-tiba muncul tentunya bisa membahayakan warga,” ungkap Hasanuddin.

Menurutnya, akhir-akhir ini, buaya di parit itu sering menampakan diri. Sebagai warga lanjutnya, sangat berharap agar pihak yang terkait seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bisa serius turun tangan menangani hal ini, sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

“Kita harap ada pihak yang terkait seperti BKSDA dapat turun, karena jika dibiarkan berlama-lama bisa saja memakan korban. Kite sebagai warga masih awam dengan cara menangkap buaya dan itu bukan kapasitas kita. Kemarin ada datang cuma tidak berbuat apa apa,” keluhnya.

Meski demikian, warga sekitar diminta tetap waspada. Sebab kemunculan buaya berukuran kurang lebih satu setengah meter tersebut bisa saja mengancam nyawa, apabila warga tidak berhati hati.

Sementara itu, Safar, warga setempat mengatakan, kalau dibiarkan lama-lama bisa nyawa orang yang menjadi korban.

“Kite harapkan pemerintah atau pihak yang bisa menanganinya dapat segera mengatasinya, janganlah seperti sekarang ini kesannya seakan dibiarkan. Kalau ada korban barulah mau turun,” ujar Safar, Salah satu warga setempat. (Sumber : FB Kalimantan Barat. Penulis, Diko Eno. Editor, Hamzah)