Pengurus PDIP Datangi Bawaslu, Protes Pencopotan Bendera

oleh

Pengurus PDIP datangi bawaslu Melawi protes pencopotan bendera (foto sirait)
MELAWINEWS.COM, MELAWI-Sejumlah massa DPC PDIP Melawi, Rabu (26/9) mendatangan kantor Bawaslu Melawi. Sayang, saat kedatangan massa ini, komisioner Bawaslu Melawi tidak berada ditempat, dan hanya diterima oleh staff.
Kedatangan massa yang langsung dipimpin Ketua DPC PDIP Melawi, Kluisen itu soal protes penurunan bendera PDIP oleh Bawaslu yang terpasang di sejumlah pohon sepanjang jalan wilayah Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing.
Kluisen mengatakan, kedatangan pihaknya ingin berkoordinasi atau berduskusi soal aturan PKPU terkait lokasi yang diperbolehkan pemasangan simbol partai seperti bendera. Menurut Kluisen, pemasangan bendera partai di pohon tidak ada menyebutkan pelarangan berdasarkan aturan PKPU dan bendera partai bukanlah alat peraga kampanye (APK).
Kluisen menegaskan, agar penyelenggara Pemilu seperti Bawaslu jangan sepotong-sepotong untuk membaca dan mengartikan pasal-pasal yang ada pada aturan PKPU. “Kita minta pihak penyelenggara Pemilu mempelajari dengan cermat isi pasal PKPU, sehingga dalam hal ini Bawaslu bekerja sesuai aturan,” tegas Wakil Ketua DPRD Melawi itu.
Kalaupun ada larangan soal pemasangan bendera partai di pohon kata Kluisen, pihaknya tidak mendapatkan tembusan, apalagi sosialisasi aturan dari penyelenggara Pemilu seperti dari KPU tentang pemasangan atribut Parpol dan APK belum ada dilakukan.
Dikatakan Klusen, penurunan bendera partai yang terpasang di pohon ini tidak ada dipersoalkan Bawaslu daerah lain. “Nah ini yang kami mau pertanyakan, kenapa di daerah lain bisa, namun di Melawi tidak bisa,” ungkapnya.
“Kita minta Bawaslu Melawi jangan salah menafsirkan isi pasal di aturan PKPU, di baca dan dipelajari secara menyuluruh dan tuntas, sehingga Bawaslu kalau bekerja tidak menabrak aturan. Menurut kami, Bawaslu bekerja melakukan kecorobohan, karena mencopot bendera partai kami terpasang di pohon, yang tidak tertuang dalam aturan PKPU untuk pelarangan,” ucapnya.
Selain itu lanjut Kluisen, dirinya meminta keadilan kepada Bawaslu soal lokasi pemasangan bendera partai ini, karena partai lainnya juga melakukan hal yang sama terlebih di daerah pedesaan dan pedalaman. “Kenapa hanya bendera partai kami saja yang diturunkan, partai lain tidak?,” sesalnya.
Ditambahkan, soal pemasangan bendera ini tegas Kluisen, bahwa pihaknya akan terus melakukan hal yang sama hingga kepedesaan di seluruh wilayah Melawi, selagi tidak menabrak aturan yang sudah ditentukan PKPU.
Deri N. Bagian Staff Potensial Bawaslu Melawi, menyebutkan soal kedatangan massa PDIP ini ingin berdiskusi dan mempertanyakan soal penertiban bendera PDIP yang diturunkan pihaknya di wilayah Pemuar.
Dikatakan Deri, dirinya beserta kawan-kawan staff lain di Bawaslu tidak bisa memberikan jawabaan keputusan atau kesimpulan atas kedatangan massa PDIP tersebut, sambil menunggu kedatangan komisioner Bawaslu dari Pontianak.