Bahas Rekomendasi, Upaya KOMPAWI Mendukung Melawi Layak Anak

oleh
Foto bersama usai kegiatan Kompawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Untuk mendukung pengembangan Melawi menuju  Kabupaten Layak Anak (KLA), Koalisi Organisasi Masyarakat Peduli Anak Melawi (KOMPAWI) kembali melaksanakan diskusi publik, Kamis (30/8) di salah hotel Nanga Pinoh.

Peserta diskusi publik ini dihadiri sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Melawi seperti dari Bappeda, DP2KBP3A dan Dinkes. Selain itu hadir juga dari berbagai elemen masyarakat diantaranya dari Puskesmas, kepala desa, BPD, pendamping desa, fasilitator desa, kader posyandu, forum anak, Fakta Kalbar, dan sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Diskusi publik ini terselenggara atas kerjasama KOMPAWI dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) Operasional Sintang-Melawi yang didukung European Union (EU) melalui program Civil Society Organization (CSO).

Koordinator I KOMPAWI, B. Sirait, dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari diskusi publik ini antara lain untuk membahas serta meminta masukan dalam menyatukan persepsi dan mengevaluasi kembali terkait isi rekomendasi KOMPAWI yang sudah disusun sebelum diserahkan kepada Pemkab Melawi melalui OPD terkait, DPRD Melawi hingga kepada Bupati Melawi untuk mendorong terwujudnya Melawi sebagai KLA melalui peningkatan anggaran kesehatan serta kebijakan perlindungan anak di APBD Melawi 2019 secara berkesinambungan.

Dikatakan Sirait, secara umum, rekomendasi KOMPAWI mencakup pemenuhan kesehatan dasar dan kesejahteraan anak, pelayanan kesehatan, sarana prasarana serta adanya peningkatan anggaran di OPD terkait dalam APBD Melawi 2019 yang berkaitan dengan program hak anak, sehingga mimpi daerah Melawi mewujudkan KLA bisa tercapai.

Sirait berharap, dengan penyerahan rekomendasi ini dapat membantu pemerintah setempat untuk mendorong atau memonitoring isu kesehatan dasar dan kesejahteraan anak di wilayah Melawi. Komitmen ini diharapkan Sirait dapat dilaksanakan demi kemajuan anak Melawi, agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta terlindungi hak-haknya.

Ia menyadari, mewujudkan Melawi menuju KLA, pemerintah setempat tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan dukungan komitmen antara pemerintah dengan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk membuat program yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Sirait juga berharap ada langkah nyata yang dilakukan pemerintah setempat, sehingga kemajuan anak Melawi dapat terlihat hasilnya di daerah ini, agar segera terwujud menjadi KLA. “Komitmen Melawi menuju KLA melalui deklarasi jangan hanya seremonial saja dan anggota Gugus Tugas KLA mesti ada karya nyata tindak lanjut program dilapangan, sehingga mimpi kita Kabupaten Melawi menjadi KLA bisa terwujud,” ucapnya.

Indra Kusumajaya, mewakili Kepala Bappeda Melawi saat membuka kegiatan itu menyampaikan semua perencanaan pembangunan akan dibahas di Bappeda, termasuk perencanaan program Melawi menuju KLA. Kaitannya Melawi menuju KLA kata Indra, yang berperan aktif adalah OPD terkait untuk berkomitmen serius dalam pengembangan Melawi menuju KLA melalui perencanaan program.

Disampaikan Indra, agar Melawi bisa terwujud menjadi KLA, sarana dan prasarana apa yang menjadi hak anak perlu dibenahi dulu seperti tempat bermain anak, termasuk dukungan alokasi anggaran di OPD terkait dalam menjalankan program KLA tersebut. “Tanpa dukungan anggaran untuk menjalankan program di OPD terkait, akan sulit kita mencapai KLA ini,” ujarnya.

Untuk mewujudkan KLA ini lanjut Indra, bahwa Pemkab Melawi tidak bisa bekerja sendiri, namun juga harus didukung peran masyarakat seperti organisasi KOMPAWI, dunia usaha maupun media. Disebutkan Indra, dengan adanya SK Gugugs Tugas KLA di Melawi dan Perda Perlindungan Anak, maka aturan ini sebagai dasar untuk mewujudkan Melawi sebagai KLA.

Ia berharap, dengan adanya SK Gugus Tugas KLA dalam mendukung Melawi mewujudkan KLA, peran tugas dan fungsi masing-masing angota Gugus Tugas mesti diaktifkan kedepan, sebagai bentuk dukungan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi hak-hak anak melalui pengembangan KLA yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Anak DP2KBP3A Melawi, Hj Jaimah, saat diskusi itu antara lain menyampaikan terkait anggota SK Gugus Tugas KLA Melawi, agar seluruh fihak yang terlibat dalam upaya mewujudkan Melawi sebagai KLA mengetahui tentang strategi arah kebijakan serta tugas dan fungsi masing-masing, sehingga dapat menjalankan program dalam rangka mewujudkan Melawi menuju KLA.

Dikatakan, pihaknya kedepan bekerjasama dengan WVI berencana kembali akan melaksanakan sosialisasi mengenai SK Gugus Tugas KLA tersebut, untuk memperjelas para stakeholder yang ada di ke anggotaan SK Gugus Tugas KLA itu mengenai tugas dan fungsi masing-masing. Sehingga dalam mewujudkan Melawi sebagai KLA semakin mendapat dukungan dari semua pihak.
Dikesempatan itu, Jaimah mengajak dalam proses pengembangan KLA, koordinasi diantara para stakeholder mesti dilakukan secara berkesinambungan, berkelanjutan dan dapat terus ditingkatkan serta dapat melakukan koordinasi secara rutin, karena anak adalah investasi, maka menjadi kewajiban bersama untuk menjadikannya lebih berkualitas.

“Untuk itu peran seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat secara menyeluruh harus bahu membahu untuk dapat mewujudkannya, tidak hanya sebatas dukungan, namun ada aksi. Kita akui memang keterbatasan anggaran di Pemkab Melawi, menjadi salah satu hambatan untuk menjalankan program menuju Melawi sebagai KLA ini,” jelasnya.