FKUB Akui Kalbar Rawan Konflik

oleh
Sekretaris Aji Pontianak saat menyampaikan materi di hadapan sejumlah pejabat di Kalbar

MELAWINEWS.COM, PONTIANAK-Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar Ismail Ruslan mengakui provinsi ini rawan konflik, apalagi menjelang konstestasi pemilu. Ini sesuai dengan kajian yang dilakukan Polri dan Bawaslu.

Menurut Ismail, FKUB juga punya peran untuk mencegah konflik terjadi. Kekuatan FKUB yakni mengharapkan peran tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat/etnisnya yang memiliki jejaring untuk menjangkau masyarakat.

“Dalam pilkada kemarin, FKUB juga melakukan kontra narasi. Kami menyadari peran tokoh agama sangat penting, mereka punya jejaring media dan punya media sendiri,” jelasnya.

Dalam menetralisir hoaks maupun ujaran kebencian, FUKB menyampaikan narasi perdamaian melalui khutbah. FKUB menggunakan pendekatan budaya melalui organisasi kemasyarakat. Ismail menegaskan dua hal ini harus berjalan seiringan.

“Kerjasama dengan institusi pemerintah dan elemen masyarakat lainnya juga diperlukan. Satu contoh, kerjasama dengan Polda Kalbar dan Kodam XII/Tanjungpura melalui deklarasi damai dengan melibatkan seluruh masyarakat. FKUB juga mendatangkan tokoh agama nasional untuk menjaga persatuan dan kedamaian,” tukasnya.