DPT Pemilu 2019 Kabupaten Melawi Ditetapkan 154.995 Pemilih

oleh
Pleno penetapan DPT

MELAWINEWS.COM, Melawi – KPU Melawi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan total pemilih 154.995 penduduk, berdasarkan hasil pleno DPS Hasil perbaikan (DPSHP) yang digelar di Nanga Pinoh, Selasa (21/8) lalu.

Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo dalam kesempatan tersebut mengaku proses pelaksanaan pleno DPSHP dan penetapan DPT berjalan lancar. Jumlah pemilih dalam DPT meningkat sebanyak  lebih dari  seribu pemilih bila dibandingkan dengan DPS Pemilu 2019 sebesar 153.635 pemilih.

“Pleno ini dihadiri oleh PPK se Kabupaten Melawi, Bawaslu, Pemkab Melawi termasuk dinataranya Disdukcapil, Camat dan DPMD serta pimpinan parpol,” katanya.

Dedi melanjutkan, jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT termasuk para pemilih pemula yang pada 7 April mendatang akan berusia 17 tahun. Pihaknya juga sudah berupaya keras agar seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih bisa masuk dalam daftar pemilih dan menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak nanti.

“Kita juga sudah meminta agar masyarakat bisa lebih proaktif dengan mengecek langsung apakah namanya masuk dalam DPS maupun DPSHP yang telah diturunkan oleh KPU di tiap-tiap PPS maupun melalui website sidalih3.kpu.go.id hingga 15 Agustus lalu,” katanya.

Ditambahkan Suparjo, sesuai dengan peraturan KPU nomor 11 tahun 2018 tentang penyusunan daftar pemilih, bagi masyarkaat yang tidak terdaftar dalam DPT maupun DPTb (Daftar Pemilih Tetap Tambahan), tapi memenuhi syarat sebagai pemilih, maka yang bersangkutan tetap bisa memilih dengan menunjukkan KTP elektronik.

“Dia akan dimasukkan sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK), namun memang saat ini hanya dibatasi pada KTP Elektronik. Belum ada edaran yang dikeluarkan KPU pusat terkait bagaimana boleh tidak masyarakat yang belum memiliki KTP-EL menggunakan Suket (surat keterangan),” terangnya.

Selain jumlah pemilih, KPU Melawi juga sudah menambah jumlah TPS pada Pemilu 2019 mendatang. Pada 2019 nanti, jumlah TPS membengkak hingga 700 TPS yang tersebar di seluruh desa.

“Kalau Pilgub kemarin ada 519 TPS, maka pada Pemilu serentak 2019 akan bertambah menjadi 700 TPS. Penambahan dilakukan karena sesuai dengan PKPU nomor 11 tahun 2018, jumlah pemilih maksimal dalam satu TPS menjadi hanya 300 pemilih dari sebelumnya sebanyak 800 pemilih,” jelas Dedi Suparjo.