Ratusan Umat Muslim Hadiri Peringatan Milad Remamsa ke 36 dan Isra Miraj di Sambora

oleh
Ratusan umat muslim memadati halaman Yayasan Pendidikan Hidayatul Athfal desa Sambora kecamatan Toho Kabupaten Mempawah pada Sabtu (21/4) malam.

MELAWINEWS.COM,MEMPAWAH-Ratusan umat muslim memadati halaman Yayasan Pendidikan Hidayatul Athfal desa Sambora kecamatan Toho Kabupaten Mempawah pada Sabtu (21/4) malam.

Kehadiran mereka untuk mengikuti Pengajian Sambora Bersalawat dalam rangka Milad Remamsa ke 36 dan Peringatan Isra Miraj dengan penceramah Ustaz M Andy Ali Machfud.

Adapun tema dalam kegiatan tersebut adalah, Dengan Milad Remamsa ke 36 dan Peringatan Isra Miraj 1439 Hijriah Mari Jadikan Momentum Hijrah Hati Secara Totalitas Menuju Generasi Qur’ani.

Dalam sambutannya, kepala desa Sambora Sarbani menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama kepada Remamsa yang telah bekerja keras untuk mewujudkan kegiatan yang dimaksud.
Sarbani mengungkapkan, kegiatan ini tentu saja sangat baik untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, bagi umat muslim di desa Sambora, khususnya bagi kalangan remaja masjid.

Ratusan umat muslim memadati halaman Yayasan Pendidikan Hidayatul Athfal desa Sambora kecamatan Toho Kabupaten Mempawah pada Sabtu (21/4) malam.

Dia juga menyampaikan, di desa Sambora, adalah desa yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan agama, namun perbedaan tersebut tidak menjadikan hambatan bagi mereka untuk saling mendukung dan bekerjasama. Bahkan selama ini hubungan masyarakat terjalin dengan baik.

Sementara itu, ustaz M Andy Ali Machfud menyampaikan, peringatan israj miraj ini mengandung pesan untuk umat Islam. KArena pada saat itu Nabi Muhammad diperjalankan dari MAsjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

“Artinya ini adalah perjalanan dari masjid ke masjid, kemanapun kita pergi maka kita harus singgah ke masjid,” katanya.

Kata Ustaz, maka dari itu hendaknya kaum muslimin, khususnya kepada yang laki-laki harus memakmurkan masjid. Karena pahala bagi orang yang melaksanakan salat di masjid jauh lebih besar daripada di rumah.

“Kalau di rumah nilai pahalanya hanya satu, kalau di masjid sampai 27 derajat, ibaratnya kalau saya punya perusahaan di Sambora bapak-ibu yang kerja saya bayar Rp 1 juta, namun kalau bapak mau kerja di perusahaan saya yang ada di Pontianak, gajinya Rp 27 juta, jadi bapak pilih yang mana,” tanya ustaz kepada khalayak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *