42 Poktan Terima Handtractor

oleh
Foto bersama usai penyerahan Handtractor pada kelompok tani

Melawinews.com, Melawi – Sebanyak 44 unit Handtractor di berikan langsung kepada 42 Kelompok tani di Melawi. penyerahan Handtractor ini dilakukan langsung Bupati Melawi, Panji di halaman kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Melawi, Kamis (22/2).

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan (Distankan) Melawi Oslan Junaidi menyampaikan Handtractor merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian pada Tahun 2017.

Dikatakannya, Bantuan yang di serahkan kepada kelompok tani dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat yang memerlukan Alsintan,

“Kita mengharapkan Kementrian Pertanian menambah lagi,mengingat alat Pertanian di Melawi masih sangat kurang selain Handtractor yakni mesin perontok padi,” katanya.

Oslan mengatakan, dengan di serahkan alsintan tersebut pengawasan dan bimbingan tetap akan terus berjalan pada petani agar bisa maksimal penggunaanya.

“Tidak ada lagi alat yang di berikan hanya jatuh kepada ketua kelompok tani saja. Namun anggota kelompok bisa bergantian dalam penggunaanya, artinya alat ini milik bersama,” jelasnya.

Oslan melanjutkan selain penyerahan alsintan, instansinya juga  d sedang  menjalankan program Jagung dan Kedelai (Pajale) yang di canangkan oleh Bupati. Program ini memanfaatkan lahan kosong, lahan perkebunan karet maupun sawit untuk ditanami padi, jagung dan kedelai.

“Mudah-mudahan produksi gabah kering bisa meningkatkan di Melawi ,” harapnya.

Bupati Melawi, Panji mengatakan dengan pemberian bantuan berupa Handtractor merupakan bukti nyata bahwa intervensi Pemerintah terutama kementrian pertanian bersama kabupaten berkomitmen dalam upaya mengembangkan bidang Pertanian.

Panji melanjutkan Handtractor menjadi salah satu infrastruktur penunjang peningkatan produksi padi, disisi lain yang utama nilai yang di harapkan bahwa sektor pertanian bukan menjadi program kewajiban rutinitas namun melainkan menjadi harapan hidup.

“Kita harus menaruh harapan bahwa Pertanian tidak untuk harus memenuhi kebutuhan sendiri tetapi harus mampu menjadi bahan komoditi berorientasi bisnis,” harapnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *