Malin : Transportasi CPO dan TBS Picu Kerusakan Jalan Nanga Pinoh-Ella

oleh
Truk amblas di jalan rusak daerah Semadin Lengkong menyulitkan warga melintasi jalan

MELAWINEWS.COM, MELAWI-Kerusakan jalan Nanga Pinoh-Ella, Melawi, yang diduga disebabkan oleh kendaraan yang bermuatan melebihi kemampuan jalan seperti truk pengangkutan crud palm oil (CPO) dan truk pengangkut tandan buah segar (TBS).

Anggota DPRD Melawi, Malin, mengungkapkan, sejak beroperasi pabrik sawit PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Ella Hilir, membuat kehancuran jalan Nanga Pinoh-Ella semakin parah. Hal itu menurut Malin, karena aktivitas pengangkutan CPO maupun TBS milik PT Citra Mahkota menggunakan jalan itu sangat tinggi.
“Saya tegaskan untuk diketahui rakyat Melawi, tingginya mobilitas transportasi pengangkutan CPO dan TBS PT Citra Mahkota menjadi salah satu pemicu kerusakan jalan semakin parah. Ada puluhan truk pengangkut CPO dan TBS melintasi jalan tersebut setiap hari,” ujar Malin, Minggu (4/2).
Menurut Malin, sebelum beroperasi pabrik sawit PT Citra Mahkota, kondisi jalan tidak sehancur seperti sekarang. Dikatakan, tingginya tekanan truk pengangkut CPO dan TBS terhadap penggunaan jalan itu membuat kehancuran jalan cepat terjadi. Sementara perbaikan jalan sangat lambat dan tidak serius.
Dia melanjutkan, untuk mengatasi kerusakan jalan ini tidak semakin parahDia menghimbau kepada PT Citra Mahkota untuk menghentikan pengangkutan CPO dan TBS melewati jalan tersebut. “Jangan memaksakan truk-truk pengangkut CPO dan TBS mereka. Yang membangun jalan itu adalah memakai uang Negara, bukan memakai uang milik perusahaan swasta,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Melawi, H. Heri Iskandar mengatakan sangat prihatin atas kondisi kerusakan jalan Nanga Pinoh-Ella, utamanya mulai dari daerah Tahlud hingga Semadin Lengkong. “Dana pembangunan jalan tersebut bersumber dari Pemkab Melawi, namun yang menikmati dan membuat hancur jalan adalah truk-truk milik perkebunan sawit,” ujarnya.
Heri mengatakan, jalan tersebut saat ini semakin parah. Truk CPO dan TBS tiada henti beroperasi siang dan malam membuat tingkat kerusakan kian bertambah. “Masyarakat hanya sebentar merasakan mulusnya aspal jalan ini. Sekarang kembali lagi kondisinya seperti tahun-tahun sebelumnya akibat pengangkutan CPO dan TBS cukup tinggi,” sebut Heri.
Dia Meminta kepada pihak perusahaan yang melakukan perbaikan, agar timbunan tanah dan batu-batu besar tidak diturunkan di tengah-tengah badan jalan lokasi yang rusak, sehingga tidak menyulitkan warga melintasi jalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *