Camat Pinoh Tunggu Janji Perusahaan Perbaiki Jalan Pinoh-Ella

oleh

MELAWINEWS.COM, Melawi – Rusaknya jalan Pinoh-Ella khususnya dari arah Simpang Tahlud hingga Semadin Lengkong membuat banyak kendaraan yang terjebak hingga amblas dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Masyarakat pun berharap pemerintah termasuk perusahaan segera mengambil langkah untuk memperbaiki ruas jalan yang kerap membuat truk terguling ini.

Camat Nanga Pinoh, Daniel sendiri langsung melakukan peninjauan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah. Menurutnya perbaikan mesti segera dilakukan mengingat jalur ini dilintasi kendaraan yang begitu padat.

“Tampak disepanjang tepi jalan sudah banyak tumpukan tanah yang siap diratakan menunggu peralatan yang tidak kunjung diturunkan oleh perusahaan, demikian juga dengan tanam tumbuh masyarakat semadin lengkong yang siap diserahkan telah diberi cat merah, sehingga tidak ada alasan lagi pekerjaan terhambat karena adanya pelarangan warga masyarakat,” katanya dalam unggahan status facebooknya.

Daniel juga mengatakan akan dilakukan pengawalan oleh babinsa, babinkantibmas dan apatur desa semading dan warga masyarakat turut memantau pekerjaan perbaikan jalan oleh perusahaan tersebut. Pembicaraan dengan camat Ella saat bersama memantau kegiatan perbaikan jalan, mengatakan akan ada tambahan alat berat dari perusahaan di daerah menukung.

” Kita tunggu janjinya, baik jalan nya, lancar bisnisnya,” kata Camat yang dinobatkan menjadi pegawai teladan tahun lalu.

Daniel mengungkapkan sebenarnya terkait penanganan jalan di ruas Pinoh-Ella sudah dikoordinasikan dengan sejumlah perusahaan. Bahkan koordinasi ini sudah berjalan sejak tahun lalu.

“Sudah ada surat camat untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama tersebut. Namun, kondisi di lapangan diketahui hanya dari PT CM dan PT Erna saja yang menurunkan alat berat serta material untuk memperbaiki jalan. Sedangkan dari PT SMS, PT BPK dan Trenggano sampai hari ini belum ada,” katanya.

Akibatnya, lanjut Daniel, karena banyak perusahaan yang tidak ikut berpartisipasi, maka PT Erna yang sudah mulai melakukan perbaikan kembali menarik alat beratnya karena merasa diperlakukan tidak adil.

“Camat sudah melaporkan persoalan ini ke bupati,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *