Mimpi Indah Bapak Acel

oleh
Bapak Acel dan Ibu Depik yang tinggal di Dusun Dawai Desa Nusa Poring Kecamatan Menukung.

MELAWINEWS.COM,MENUKUNG-Setiap kali terjadi banjir, warga Dusun Dawai  Desa Nusa Poring Kecamatan Menukung selalu menderita. Terlebih bagi warga yang rumahnya tepat berada di pinggir Sungai Mentatai, dipastikan selalu merugi. Seperti yang dialami Bapak Acel dan Ibu Depik, penduduk asli Dusun Dawai tersebut.

Pada saat musim hujan Bapak dan ibu ini selalu was-was takut sungai mentatai banjir lagi.. Erosi sungai mengikis tanah sedikit demi sedikit sehingga tiang tongkat rumah  teras bagian depannya tidak menyatu dengan tanah lagi. Ditahun 2017 saja terjadi beberapa kali banjir, intensitas erosi sungai makin parah, karena sering terjadi banjir, dan yang paling besar terjadi pada tahun 2005.

Dalam beberapa tahun saja, sudah beberapa meter persegi tanah Acel berubah  menjadi Sungai. Tanaman-tanaman yang difungsikan untuk menahan erosi, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kerugian, akibat kehilangan lahan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

.Kasus kerugian akibat banjir, bukan hanya dialami oleh Bapak Acel dan Ibu Depik saja tapi juga menimpa banyak warga yang tinggal di pinggiran Sungai Mentatai. Untuk itu harapannya kepada pemerintah Kabupaten Melawi, dalam hal ini pihak Eksekutif dan legislative dapat memperhatikan permasalahan yang dialami  oleh bapak Acel  untuk kiranya dapat memberikan bantuan kepada Dusun Dawai Desa Nusa Poring Kecamatan menukung yaitu pembangunan beronjong di sekitar pinggiran rumah penduduk tersebut.  .(end)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *