Warga Khawatir Limbah Pabrik PT CM Cemari Sungai

oleh
Ratimin

MELAWINEWS.COM, MELAWI-Warga di beberapa desa wilayah Kecamatan Ella Hilir dan Menukung, Kabupaten Melawi, menyampaikan aspirasi kepada DPRD Melawi.

Satu diantara aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut soal pembangunan pabrik kelapa sawit PT Citra Mahkota (CM) diwilayah kebuh Desa Nanga Keruap. Warga meminta pekerjaan pembangunan pabrik sawit yang sudah dimulai saat ini dihentikan sementara.

Mereka beralasan dihentikan karena rencana pembangunan pabrik sawit sebelumnya tak pernah disosialisasikan atau tak ada koordinasi kepada desa maupun warga setempat. Seperti disampaikan Kepala Desa (Kades) Tanjung Beringin, Ratimin, menolak lokasi pembangunan pabrik kelapa sawit yang berada dekat sungai lokasi pabrik.

“Kami tidak ada maksud menghalang-halangi dibangunnya pabrik. Tetapi lokasinya jangan berdekatan dengan sungai sumber kehidupan warga kami. “Limbah pabrik nanti otomatis akan dibuang ke sungai, padahal air sungai dimanfaatkan warga untuk air minum, mandi dan untuk kebutuhan lainnya,” ucap Ratimin, Kamis (9/3) di Nanga Pinoh.

“Masyarakat khawatir jika dilokasi itu tetap dipaksakan dibangun pabrik, dampak negatif terhadap warga yang menggunakan air sungai kedepan. Kualitas air sungai dan sumur warga untuk kedepannya dipastikan bakal tercemar. Juga kita menyesalkan sebelumnya rencana pembangunan pabrik tak ada sama sekali koordinasi dengan desa, main hantam ja mereka itu,” sesalnya.

Menurut Ratimin, tidak menolak ataupun melarang perusahaan akan membangun pabrik, namun harus dilihat dulu apa efek positif dan negatif dari pabrik setelah beroperasi nantinya. “Kalau ada koordinasi dengan desa, kami dengan perusahaan mencari atau menentukan lokasi yang jaraknya agak jauh dari sungai,” ujarnya.

Selain itu diharapkan Ratimin, tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan untuk pembangunan pabrik itu memanfaatkan warga yang berdomisi diwilayah kebun setempat. “Salah satu tujuan didirikannya pabrik kelapa sawit ini, dapat bekerjasama dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kebun,” ucapnya.

Dia berharap kepada DPRD Melawi dapat menyelesaikan keluhan warga itu dipertemuan yang sudah dijadwalkan DPRD Melawi beberapa hari kedepan antara warga dan pihak perusahaan. “Kalau tidak ada tanggapan jelas dari perusahaan, pembangunan pabrik akan kami hentikan,” tukasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Melawi Abang Tajudin mengungkapkan semua keluhan aspirasi masyarakat tersebut akan ditindak lanjuti dan akan dibawa kedalam rapat internal bersama pihak perusahaan dan warga.

Dia menghimbau kepada warga untuk tidak main hakim sendiri terhadap pihak perusahaan dan terus menjaga kedamaian. “Karena kalau terjadi anarkis, warga juga yang dirugikan,” tandasnya. (Sirait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *