XSS, Pengusaha Gula Impor Yang Menyuap Ketua DPD.

oleh
barang bukti uang suap Rp 100 juta yang ditunjukkan dalam konpress KPK atas tangkap tangan Ketua DPD RI
barang bukti uang suap Rp 100 juta yang ditunjukkan dalam konpress KPK atas tangkap tangan Ketua DPD RI

MELAWINEWS.COM, JAKARTA – Dalam kasus OTT di rumah dinas Ketua DPD RI, Irman Gusman, KPK juga menangkap tiga tersangka yakni XSS sebagai orang yang memberikan uang kepada Irman Gusman. XSS diketahui sebagai pengusaha gula impor di Sumbar.

Kronologi penangkapan Irman bermula pada pukul 22.15 WIB, Jumat malam. Saat itu, Direktur CV SB yang berinisial XSS yang diduga adalah inisial dari Xaveriandy Sutanto datang ke rumah Irman. XSS datang bersama istri dan adiknya yang masing-masing berinisial MMI alias Memi dan WS alias Welly.

Agus Raharjo, Ketua KPK mengatakan, pada pukul 00.30 ketiganya keluar dari kediaman Irman. Personel KPK langsung menghampiri ketiganya di dalam mobil yang masih terparkir di halaman rumah Irman.

Personel KPK kemudian masuk ke rumah Irman bersama ajudan senator asal Sumatera Barat itu. Penyidik KPK meminta Irman menyerahkan bungkusan yang diduga pemberian XSS dan MMI.

“Sekitar pukul 1.00 WIB tim membawa XSS, MMI, IG dan WS ke gedung KPK,” kata Agus. Pada operasi itu, KPK menyita uang senilai Rp100 juta. Uang ini sendiri diduga menjadi bagian dari kesepakatan pengaturan impor gula pada Bulog di Sumatera Barat.

Selain melakukan operasi tangkap tangan terkait kuota gula impor, XSS diduga juga memberikan uang sejumlah Rp365 juta bagi FZL, seorang jaksa yang menangani kasus hukum XSS di Pengadilan Tinggi Padang, namun

“Dalam proses persidangan FZL bertindak seolah-olah sebagai penasihat hukum XSS,” ujar Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK.

FZL disebut juga mengatur saksi yang meringankan XSS dalam persidangan kasus impor gula sebanyak 30 ton tanpa SNI. Kasus ini sendiri ditangani dengan Sprindik yang berbeda dari kasus penyuapan terhadap Irman Gusman.

Kasus impor gula ini bermula saat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar mengamankan sebanyak 30 ton gula tanpa logo SNI di sebuah gudang di KM 22 Koto Tangah Kota Padang, pada 26 April 2016 lalu.  Diamankannya 30 ton gula tanpa logo SNI in setelah petugas mendapatkan pengaduan dari masyarakat, selain gula petugas juga mengamankan seorang laki-lagi an. XSS yang diduga sebagai pemilik gula tersebut. Kasus inipun kemudian bergulir ke pengadilan tinggi di Sumbar.