Sungai Mandor Nasibmu Kini

oleh

screenshot_2016-09-14-12-41-51MELAWINEWS.COM,MANDOR-Bagi masyarakat yang hidup di kabupaten Landak, sungai Mandor yang ada di kecamatan Mandor tentu sudah tidak asing lagi. Sungai tersebut kondisinya kini memprihatinkan, karena keruh dan berlumpur.

Kerusakan sungai Mandor ini diduga kuat akibat maraknya aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di hulu sungai. Dulu sungai Mandor sangat jernih dan dipergunakan untuk mandi dan mencuci masyarakat sekitar. Namun sekarang jangankan untuk mandi mencucipun tidak bisa.

Berikut ini curhatan warga asal kecamatan Mandor yang tinggal di Singkawang. Sepertinya dia ingin mengenang keindahan pada saat dirinya masih kecil. Bermain di sungai, mencari ikan dan menjualnya. Namun sayang kini kondis sungai Mandor sudah rusak.fb_img_1473831613274

Inilah curhatan facebooker Riki Rikardo soal sungai Mandor. Curhatan tersebut diberi judul “Sungai Mandor, riwayat mu kini”.

Dulu sewaktu masih kecil, di sinilah ku habiskan waktu ku bersama teman-teman. Air nya yang bening, banyak ikan mulai dari yang kecil sampai yang besar. Mandi pagi pasti di sungai, pulang sekolah ganti pakaian main di sungai, mandi sore di sungai juga. Week end yang seru, pasti ada orang luar yang datang untuk bersantai di pantai sungai mandor ini sekedar refreshing bersama keluarga; entah itu orang lokal maupun mancanegara. Mereka pasti akan membeli ikan-ikan kecil yang kami tangkap seharga Rp. 50-Rp. 100 , nama nya ikan anjing karena warna nya hitam putih seperti belang anak anjing. Waktu itu melihat ikan seperti di aquarium jadi mudah untuk ditangkap sekarang mau lihat ikan saja sudah susah apalagi mau dikonsumsi yang ada malah sakit perut. Di sungai ini juga sering main lempar tanah liat, lomba renang dan bergelantungan di jembatan sambil mengintai kepiting yang lewat. Itulah sebagian kecil masa-masa kecil ku yang menyenangkan di sungai ini. Kini, anak-anak sekarang tidak dapat lagi menikmati apa yang kami rasakan dulu. Entah sampai kapan sungai ini akan kembali bening seperti dulu…. Mmmmmmhhhhhh entahlah ku tak tahu (a82)