Panji Ingatkan Gawai Dayak Bukan Ajang Kegiatan Tak Terpuji

oleh
Bupati Melawi memukul gong sebagai tanda dimulainya gawai dayak X Melawi
Bupati Melawi memukul gong sebagai tanda dimulainya gawai dayak X Melawi

MELAWINEWS.COM, Melawi – Dalam pembukaan gawai dayak di Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, Selasa (13/9) sore, Panji menyatakan bahwa gawai menjadi merupakan bentuk syukur atas pemberian Tuhan yang telah memberikan hasil panen yang baik pada tahun ini. Gawai juga bentuk eksistensi etnis dayak, dan menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya.

“Maka banyak nilai yang harus dijunjung dalam pelaksanaan gawai mulai dari nilai religius, syukur pada Tuhan atas kegiatan beuma, nilai gotong royong, nilai keikhlasan, nilai ketaatan pada hukum karena ada aturan tegas terkait berbagai larangan. Begitu juga dengan nilai seni dan keindahan karena dalam gawai dimunculkan, unsur unsur kegiatan seni,” katanya.

Dalam pelaksanaan gawai, Panji berpesan agar tak terjadi sesuatu yang merugikan banyak pihak. Karena gawai bukan momen untuk kegiatan yang dilarang dan tidak terpuji seperti mabuk-mabukan, perkelahian, perjudian,  atau transaksi narkoba

“Kita ingin ada pengakuan, dayak memiliki kesetiakawanan sosial, etika tinggi, kesantunan, kemanusian, religus, dan semangat juang, berkepribadian, berakhlak mulia dan berani dalam kebenaran,” tegasnya.

Be’uma atau berladang dalam bahasa Indonesia menjadi tema pelaksanaan Gawai Dayak X Kabupaten Melawi. Dibuka oleh Bupati Melawi, Panji, pelaksanaan gawai dimeriahkan dengan berbagai tarian khas etnis dayak serta puluhan orang menggunakan baju adat dayak. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Melawi, Sudarmono menjelaskan, tema Beuma diangkat dari mata pencaharian orang dayak untuk mempertahankan hidup.

“Walau kata pemerintah, beuma berdampak negatif. Karena berbagai dampaknya pada unsur hara tanah, kami minta nanti pemerintah juga berikan solusi pada masyarakat adat soal larangan beuma,” katanya.

Gawai kali ini, kata Sudarmono juga melibatkan seluruh masyarakat adat dayak yang berada di seluruh kecamatan dan desa. Karena tujuan gawai adalah mengumpulkan orang yang sibuk bekerja selama satu siklus pertanian.

“Peserta gawai harus jaga keamanan dan ketertiban sehingga gawai ini menjadi gawai yg berkualitas,” pesannya.