Ini Sebabnya Kasek Kubu Raya Kena Pukul Kakek

oleh

img-20160911-wa0002MELAWINEWS.COM,KKR,Husin Seorang Kepala Sekolah  Dasar ( SD) 37 Sui Ambawang, menjadi korban kebrutalan kakek dari  murid kelas 2 SDN 37 Ambawang Kab Kubu Raya Sabtu (10/9).

Peristiwa berawal dari dua hari lalu, adanya siswa kelas 2 SDN 37 Ambawang, yang sedang bermain memanjat pohon di dekat  sekolahnya, pada waktu bermain tersebut , ada anak  laki-laki yang terjatuh terpeleset dari pohon, kemudian menimpak anak yang ada di bawahnya, yan kebetulan murid perempuan di sekolah yang sama, kemudian berkembang isu seolah-olah  ada perbuatan Asusila.

Karena isu tersebut kurang menguntungkan bagi sekolah, maka dipanggillah anak-anak dan para orang tua yang anaknya terjatuh dan orang tua yang putrinya tertimpa dan orang tua yang anaknya  menyebarkan isu perbuatan  Asusila.

“Hasil pertemuan menyimpulkan bahwa masalah yang terjadi hanya kesalah pahaman .dan cukup diselesaikan secara kekeluargaan” katanya.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. Suhadi SW, M.Si, mengatakan, permasalahan penganiayaan ringan terhadap korban kepala Sekolah SDN 37 Ambawang atas nama Husin berawal dari adanya isu  perbuatan asusila( seorang anak sedang memanjat pohon Jatuh menimpa anak wanita klas 2 SD,).

Isu tersebut berkembang kemana mana, sehingga kakek dari murid wanita tersebut mendatangi Kepala Sekolah, oleh Kepala Sekolah pelaku Mansyur ( 70 th), dinasehati agar tidak marah-marah dan menyelesaikan masalah tersebut di dalam rumah tangga atau kalau tidak puas dengan penyelesaian tersebut silahkan lapor kepada polisi.

Atas saran teesebut ternyata Kakek Mansyur tidak puas dengan jawaban Kepala Sekolah, sehingga ketika Kepala Sekolah sedang memakai sepatu  tiba-tiba bogem mentah mendarat di bibir Kepala Sekolah yang berakibat bibir mengucurkan darah.

Atas kejadian tersebut, pihak Kepolisian dengan serius menangani masalah tersebut, saat ini pihak Polsek Ambawang masih memeriksa secara intensif terhadap Pelaku Pemukulan, memintakan Visum dokter dan meningkatkan pemeriksaan penyelidikan menjadi penyidikan . (a82)