Pemuda Melawi: Harap Makam Pahlawan Melawi di Sintang Dipindah Ke Kota Juang

oleh
Tugu Juang Sebelum direnovasi (foto istimewa)
Tugu Juang Sebelum direnovasi (foto istimewa)

MELAWINEWS.COM,Melawi- Pemuda kota Juang Nanga Pinoh Kabupaten Melawi sangat berharap pejuang kemerdekaan melawan penjajahan Belanda kota Juang di pindahkan kembali dari makam pahlawan Kabupaten Sintang kepangkuan ibu pertiwi kota Juang Ibu kota Kabupaten Melawi.

Dijuluki kota Juang karena Pejuang kemerdekaan diantaranya Engku Jalaludin (seorang ulama dan tentara terakhir berpangkat Serma), Engku Nurdin, Kapten Markhasan, Umar Taher/ Umar Pelor/ Taher Bora, Hasjim Ahmad, Bakri Djapar, Soelaiman Oesoep, Mat Bantan, Tambi Dul, Darma, Umar Sarip, Azis Banjar, Muh Sa’ad, M. Nawawi, Oenoet Talip/Unut, H. Umar Mayah, H. Umar H. Arsyad.

Ismael Galang dan lain sebagainya benar-benar gigih berjuang melawan Penjajahan Belanda. Sedianya makam para Pejuang Kemerdekaan Nanga Pinoh berada di Jantung kota, kabupaten Melawi (areal tugu Juang), tetapi saat masih bergabung dengan Kabupaten Induk Sintang pejuang Kemerdekaan kota Juang tersebut dipindahkan ke makam pahlawan Kabupaten Sintang.

Para pejuang kemerdekaan (Veteran) sebagai legenda hidup yang benar-benar tercatat rata-rata sudah wafat sedangkan yang masih hidup saat sekarang dan sudah sepuh Utin Merpati Denis, mengatakan, Engku Jalaludin Seorang Tentara juga ulama. Beliau bagian dari pasukan Pagar Ruyung berpangkat terakhir Sersan Mayor.

“Perebutan kota Sintang dari penjajahan Belanda dipimpin langsung oleh beliau dengan pejuang seputar Nanga Penoh (dulu Nanga Penoh namanya sekarang Nanga Pinoh), seputar Tanah Pinoh, seputar tanah Melawi serta ada sebagian kecil pejuang itu datang dari Banjar yang dibawa oleh Engku Jalaludin”.katanya.

Supriyanto Djali cucu dari Pejuang Merah Putih), mengatakan, untuk makam Pahlawan masih cukup untuk menampung pahlawan Pejuang Kemerdekaan Kota Juang jika dipindahkan ke pangkuan ibukota Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Salah satu kuburan pejuang Merah Putih Kota Juang Nanga Pinoh (istimewa)
Salah satu kuburan pejuang Merah Putih Kota Juang Nanga Pinoh (istimewa)

“Sedianya makam para Pejuang Kemerdekaan asal Nanga Pinoh berada di Jantung kota ibukota Kabupaten Melawi (areal tugu Juang) tetapi saat masih bergabung dengan Kabupaten Induk Sintang pejuang Kemerdekaan kota Juang tersebut dipindahkan ke makam pahlawan Kabupaten Sintang” jelasnya.

Pada 15 November 1945, Pertempuran Pejuang Merah Putih, yang gugur dalam pertempuran, tersebut antara lain, Oenoet Talip, Hasjim Ahmad, Bakri Djapar, Soelaiman Oesoep, kemudian pada tanggal 6 November 1946, di kubur di lokasi milik Sy. Usman Bansir (penginapan Merlyn/Gunung Wenang sekarang). Kemudian pada tanggal Desember 1949, direhabilitasi makam pahlawan pertama kali , dan pada tahun 1962, dibongkar dan dipindahkan ke Sintang masa komandan R. Suprapto A. Wedana Uray Djohan.

“Dan pada tahun 1986, dibongkar lagi dan dipindahkan ke Teluk Menyurai makam Syuhada Pertiwi Sintang masa Bupati M. Saleh Ali,” kata Supriyanto Djali.

Sementara itu Supriadi Yusuf, satu diantara cucu Pejuang Merah Putih, menyambut baik rencana tersebut, kata dia hal ini merupakan ide yang bagus, sudah saatnya masyarakat Nanga Pinoh khususnya para pemuda saat ini mengetahui ternyata di dalam merebut kemerdekaan Indonesia Nanga Pinoh punya andil yang sangat besar.

Selama ini mereka hanya membaca, tetapi mereka tidak tahu karena tidak punya bukti mana siapa dan di mana kuburan para pejuang Nanga Pinoh, apalagi kami sebagai cucu pejuang, salah satu nama yang disebut oleh saudara kita Muhamad Arbain, tak tahu di mana keberadaannya.

Kawasan makam Pahlawan di Kabupaten Melawi (istimewa)
Kawasan makam Pahlawan di Kabupaten Melawi (istimewa)

“Orang tua saya M, ISYA, U, almarhum,  banyak menulis tentang sejarah perjuangan Nanga Pinoh, tapi tulisan beliau dalam sebuah buku, dipinjam temannya dari Sintang sampai beliau meninggal dunia buku tersebut belum dikembalikan, kami pun tidak tahu siapa orang yang meminjamnya” jelasnya.

Sementara itu, Muhamad Arbain, anak tokoh pemekaran Kabupaten Melawi, mengatakan, sebagai Kabupaten pemekaran yang memiliki pahlawan Nasional Melawi khusunya kota Nanga Pinoh memang layak disebut Kota Juang, karena Nanga Pinoh termasuk daerah yang paling gigih dalam mengusir penjajah Belanda.

Dengan Laskar Pejuang Merah Putihnya yang dipimpin Kapt. Markasan dengan guru Engku Jalaludin, dan masih banyak lagi pahlawan lokal yang lain seperti Muhammad Saad, M. Nawawi, Unut, dan lain sebagainya.

“Ada yang makamnya dipindah ke Sintang ada juga yang dimakam di pemakaman keluarga, kalau Engku Jalaludin dimakamkan di Padang karena meninggal setelah pulang ke Padang. Memang seharusnya pahlawan-pahlawan lokal Melawi dikembalikan ke Taman Makam Pahlawan yang ada di Melawi. Sementara yang dimakamkan d TMP Bahagia Nanga Pinoh seingat saya sudah tidak ada makam pejuang kemerdekaan lagi” jelasnya

Sementara itu, Zul warga kecamatan Menukung, mengatakan, hal ini sangat perlu dan satu hal, dan kurang diperhatikan selama ini di kota juang, banyak peningalan-peninggalan sejarah, di Melawi kurang mendapat perhatian serius baik pemerintah mau masyarakat.

“Kalau ini dibiarkan terus saya khawatir, akan hilang begitu saja, hanya tigal cerita, dan yang lebih penting lagi, di melawi yang kita cintai perlu dibangun musieum, sejarah, kebaradaan musieum tersebut sangat penting untuk genarasi akan datang, dan sebagai pembuktian Melawi Kota Juang,” katanya

Senada, Aidi Suryadarma Tokoh masyarakat asal kecamatan Tanah Pinoh Kotabaru, pemindahan makam pahlawan merupakan ide yang sangat baik tapi perlu musyawarah antara tokoh-tokoh masyarakat kabupaten Melawi dengan Pemkab Melawi.

Mengingat banyak hal yang harus dipersiapkan salah satunya lokasi Makam Pahlawan atau Makam Pejuang tersebut yang sangat memerlukan keberpihakan kebijakan Pemkab Melawi dan Pemprov Kalbar.

“Tapi sebagai anak muda perlu merintis untuk melalui rembuk tokoh-tokoh masyatakat dan Pemkab atau lebih baik lagi diseminarkan suapaya ada tokoh-tokoh masyarakat yang mengerti dan tau sejarah perjuangan Melawi dalam mempertahankan kemerdekaan RI” jelasnya

Sementara itu, Muhammad Ilham tokoh masyarakat asal kecamatan Sokan, juga sepakat jika ada pemindahan makam pejuang Nanga Pinoh ke daerah asalnya. Hanya mungkin perlu pendekatan dengan Kabupaten Induk Sintang, perlu dikaji juga dalam pemindahan tersebut karena tidak sederhana, sebab harus mencabut atau membatalkan atau MEREVISI SK jika itu SK, Perda jika itu perda tentang penempatan para Pahlawan asal Pinoh dimakamkan di pemakaman Pahlawan Sintang.

“Kedua perlu konsultasi dengan para Ulama bagaimana hukumnya dari sisi Agama jika beberapa kali pemindahan jasat para Pejuang tersebut. Yang sangat penting adalah catatan sejarah para pejuang tersebut dengan peranannya masing-masing  perlu ditulis dalam bentuk buku, agar anak cucu kita kelak tidak kehilangan cerita tentang para pejuang asal daerahnya” katanya.

Aab Abdurahman, Tokoh Pemuda Pancasila Kabupaten Melawi, mengatakan, wacana yang sangat bagus, semoga bisa menjadi agenda khusus dengan melibatkan semua unsur elemen masyarakat Melawi serta Pemkab Melawi. Kata dia, Ormas yang ada di Melawi baik keagamaan maupun sosial, OKP, serta semua unsur ajak duduk bersama dan minta pemda Melawi menjadi fasilitator.

“Karena menyangkut dua wilayah yang berbeda teritorial Kabupaten dan dinaungi Pemprov. Apabila ada niat yang tulus dan tekad, pasti ada jalan. Cari motor utama sebagai penggagas. Pemuda pancasila Melawi selalu siap demi Melawi tercinta” katanya

Ridha Hadisastra, tokoh Pemuda Kayan, mengatakan Originalitas tempat dan waktu adalah komponen terpenting dalam sejarah, jangan dipindahkan..

Sementara itu, Susmeriadi, tokoh Pemuda Kabupaten Melawi, jika memang ada wacana untuk diadakan pemindahan lagi ke Nanga Pinoh tentu saja bukan suatu yang mustahil mengingat para pahlawan tersebut merupakan aset suatu daerah dan sudah barang tentu melalui koordinasi antara instansi-intansi dan pihak-pihak yang berwenang untuk memindahkannya dan bukan dilakukan berdasarkan adanya kepentingan-kepentingan politis.

Engku Jallaludin Seorang Tentara juga ulama, mengatakan, beliau bagian dari pasukan Pagar Ruyung berpangkat terakhir Sersan Mayor. Perebutan kota Sintang dari penjajahan Belanda dipimpin langsung oleh beliau dengan pejuang seputar Nanga Penoh (dulu Nanga Penoh namanya sekarang Nanga Pinoh), seputar Tanah Pinoh, seputar tanah Melawi serta ada sebagian kecil pejuang itu datang dari Banjar yang dibawa oleh Engku Jallaludin.

Afrudin (tokoh pemuda keturunan Padang Sumatera Barat, mengatakan, kalau bisa sebaiknya harus dipindahkan ke tempat asli dimana beliau  dinobatkan sebagai pejuang, biar lengkap asal muasal di tambah pembuktian makamnya, supaya tidak tinggal nama.

Sementara itu Martinus Paton Tokoh Pemuda kecamatan Pinoh Selatan juga sangat setuju dengan pemindahan makam pahlawan.

Mulyadi Muhammad Yatim tokoh Pemuda Kabupaten Melawi yang juga ketua Pemuda Muhammadiyah Kalbar, mengatakan dirinya sebagai putra daerah dan cucu dari Pejuang Merah_Putih Asli Putra daerah H. Umar bin H. Arsyad Nanga Pinoh Kabupaten Melawi bangga terlahir di Kota Juang yang tercatat dalam sejarah para pejuang dengan. Perjuangan brerdarah Bangsa, Indonesia dalam merebut kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan Belanda.

“Yang lebih membanggakan lagi di kota Juang dinobatkan Temenggung Setia Raja Pahlawan Nasional Indonesia prtama Kalbar yang gigih Melawan Penjajahan Belanda serta mempersatukan suku-suku, terutama suku Dayak dan Melayu” katanya. (Melawinews)

Ada sebait lagu masa itu dari para pejuang Laskar Merah Putih yaitu :

…TENTARA NANGA PINOH DUA TIGA LUSEN,. APAI SENJATANYA HANYA SEPUCUK KARABEN,. LAIN ITU ISAU DG SIKEN,.. SEPAI  PENGHULUNYA ENGKU JALALUDDIN….