Hebat Gedung Bisa Bikin Lampit

oleh
Facebook Hendrikus Adam
Facebook Hendrikus Adam

Oleh Hendrikus Adam/Aktivis Walhi Kalbar

JALAN-jalan menyusuri Sungai Embaloh, bersua dengan sosok yang satu ini. Ia bukan siapa-siapa, warga biasa. Namun demikian, ia menjadi tak biasa karena kegiatan yang dilakukan. Ia seorang pengrajin. Soal nama beliau, Anda jangan kaget. Nama beliau Gedung, salah seorang pengrajin lampit di kampung yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Desa Ulak Pauk di Kecamatan Embaloh Hulu.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, bapak Gedung sedang tampak sibuk meraut rotan untuk bahan menganyam lampit. Di kampung tempat tinggal beliau, membuat lampit dari rotan yang dianyam menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan warga.

Bapak Gedung mengaku beliau hanya meraut dan membentuk rotan menjadi belahan rapi yang siap dianyam. Kemudian pada saat menganyam dan membentuknya menjadi lampit, dilakukan oleh saudaranya yang lain.

Kegiatan membuat lampit tentu menarik. Terlebih bahan baku yang digunakan berasal dari alam. Namun demikian, banyaknya warga yang menggeluti pembuatan lampit berdampak pada ketersediaan rotan di alam sekitar wilayah hidup komunitas. Karena tidak jarang, bahkan bahan baku rotan untuk membuat lampit justru dibeli dari warga di kampung lainnya.

Memperbanyak menanam rotan dan memastikan wilayah tumbuhnya terjaga akan membantu agar kerajinan anyaman rotan untuk membuat lampit tetap ada. Dengan demikian, kampung bapak Gedung dapat menjadi gudangnya lampit. (**)