Berhenti Jadi Pegawai Sarjana ini Sukses Usaha Roti

oleh
Bayinan saat melihat pabrik roti bakarnya Minggu (4/9) sore.
Bayinan saat melihat pabrik roti bakarnya Minggu (4/9) sore.

Awalnya dia merupakan pegawai bank swasta di Nanga Pinoh Melawi Kalbar. Namun dia memutuskan berhenti dan berjualan roti bakar keliling. Saat ini dia sudah mempunyai pabrik roti mini dengan sejumlah karyawan.

Hari sudah beranjak petang. Pria berusia 30 tahun terlihat sibuk sedang melakukan rekap bulanan di rumah kontrakannya desa Sido Mulyo Nanga Pinoh Kota Baru. Dia adalah Bayinan alumni STAIN Pontianak yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan Islam.

Awalnya Bayinan adalah pegawai bank swasta di Nanga Pinoh dengan gaji Rp 3 juta perbulan. Namun dengan pendapatan sebesar itu dinilai belumlah cukup. Sebab dia harus ngontrak rumah belum lagi untuk kebutuhan yang lain. Terkadang belum satu bulan gajinya sudah ludes.

Bayinan yang sejak kuliah sudah berbisnis kecil-kecilan itu akhirnya memilih resign dari tempatnya bekerja dan memilih berjualan roti bakar keliling. Padahal saat itu dia sedang dipromosikan untuk mengikuti tes menjadi pegawai tetap.485629_116858275189206_509371822_n

“Pimpinan saya bilang nanti kalau sudah jadi pegawai gampang. Mau ditempatkan dimana saja. Yang penting kamu ikut dulu” kata Bayinan menirukan ucapan pimpinannya.

Rupanya iming-iming tersebut tak menyurutkan niatnya untuk keluar dari tempat kerja. Setelah melakukan pertimbangan matang dia akhirnya memilih berjualan roti bakar keliling.

Bermodal pengalaman saat masih kuliah dulu. Bayinan tidak terlalu kesulitan menjalani pekerjaannya sebagai penjual roti bakar. Berlahan namun pasti usahanya akhirnya mulai bangkit.

Beberapa tahun berjalan Bayinan sudah memiliki tiga karyawan. Satu orang bekerja membuat roti bakar dan dua orang bekerja menjual roti bakar keliling. Sementara dia juga masih menjual roti bakar keliling.

Ditengah usahanya yang sedang berkembang cobaan menerpa. Bayinan di vonis sakit hepatitis B. Hingga dirinya harus istirahat total untuk proses penyembuhan. Namun usaha rotinya masih terus berjalan. Dibantu istri dan tiga karyawannya.14199274_10206604530178019_696084588638783006_n

Selang beberapa tahun kemudian dia sudah kembali sehat. Namun kali ini Bayinan memilih istirahat berjualan roti bakar keliling. Dia kemudian mengembangkan usahanya dengan mengontrak satu rumah lagi untuk pabrik roti bakar.

“Rata-rata yang ikut kerja dengan saya juga sudah sarjana” jelasnya.

Bayinan mengungkapkan dalam menjalankan usahanya tersebut karyawannya digaji dengan cara bagi hasil. Semakin banyak anak buahnya membuat roti maka pendapatannya semakin besar.

“Yang jual roti bakar keliling juga sistimnya bagi hasil. Semakin banyak dia jual maka semakin banyak pula pendapatannya. Jadi kerja semangat” katanya.

 

Kini Bayinan sudah memiliki enam karyawan. Tiga orang bertugas membuat roti bakar dan tiga orang bertugas untuk menjual roti bakar. Kini penghasilan Bayinan sudah mencapai belasan juta rupiah. (**)