Dukung Adipura Pasar Babi Melawi Harus Dipindah

oleh
Ilustrasi pedagang bbabi
Ilustrasi pedagang bbabi

MELAWINEWS.COM,Melawi-Wakil ketua DPRD Melawi, Iif Usfayadi, mendukung rencana pemerintah Melawi untuk mendaftarkan diri menjadi peserta Adipura di tahun 2017. Maka dari itu pemkab perlu melakukan penataan pasar Nanga Pinoh.

“Yang utama adalah masalah kebersihan kota.Termasuk kebersihan komplek pasar sayur. Kami juga sudah turun langsung ke lapangan memantau kondisi Pasar Babi salah satunya,” ungkap Wakil ketua DPRD Melawi, Iif Usfayadi.

Lebih jauh Iif Mengungkapkan dari hasil peninjauan pihak DPRD melalui komisi B saat berada dilokasi Pasar Babi yang terletak di Dusun Laja Permai, Desa Paal ternyata ditemukan beberapa persoalan sosial.

“Di sana kami mendengarkan sejumlah keluhan dari warga sekitar yang menolak Pasar Babi berada di tengah pemukiman warga, sehingga minta dipindahkan,” beber Iif.

BACA JUGA: PASAR BABI DEKAT VIHARA DINILAI KURANG TEPAT

Senada, Ketua Komisi B DPRD Melawi, Ardeni. Menurutnya, keberadaan pasar babi dekat  pemukiman warga tentu sudah tidak layak lagi dan perlu ditinjau kembali oleh pemerintah agar dipindahkan ketempat yang lain.

Kata Ardeni, Komisi B juga sudah meminta pendapat dari pihak vihara dan  mereka sangat  menolak dengan keberadaan Pasar Babi di tempat sekarang. Keberadaan pasar Babi saat ini ternyata dibangun diatas aliran sungai, sehingga saat kondisi pasang didaerah tersebut, kerap kali masyarakat mengeluhkan aroma tidak sedap yang muncul.

Selain itu juga kondisi pasar juga sempit  dan tidak memiliki tempat parkir bagi pembeli karena berada  didepan jembatan.

“Yang lebih parah lagi, pasar Babi Ini  hanya berjarak  sekitar  50 meter dari tempat ibadah umat BUDHA. Tentu ini sudah tidak pantas. Bupati harus segera mengambil kebijakan terkait persoalan ini,”ungkapnya.

Deni mengaku juga sudah menyampaikan beberapa persoalan pasar babi kepada intansi terkait yakniDinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindagkop) Melawi. Terlebih pada tahun 2016, pihak pemerintah ingin merehab pasar Babi.

“Kan sayang dananya, jika kita rehab bangunan Pasar Babi tapi justru menimbulkan persoalan sosial. Ini yang tidak kita inginkan. Yang jelas, dewan sudah meminta kepada Kepala Diskoperindag Melawi untuk pending dulu pekerjaan rehap pasar babi sambil kita cari solusi bersama,” jelasnya. (MW)