Polres Amankan Warga Malaysia

oleh

IMG-20160903-WA0019MELAWINEWS.COM,SAMBAS-Kepolisian Resort Sambas ( 2/9/16 ) berhasil mengamankan seorang warga Malaysia atas nama Achmad Ardi bin Abdullah ( 33 th), pada Kamis (3/9).

Warga Kampong Kuala Sibuti 98150 Bekenu Sarawak Malaysia, itu ditangkap saat berada di rumah makan Dinda fudun Sajingan Rt 001 Rw 002 Desa Kalau Kecamatan Sajingan besar Kabupaten Sambas.

Pada saat itu pelaku bersama Warga Negara Indonesia asal Nusa Tenggara Timur Kanisius Belia ( 41) yang berasal dari Kampung Leeuku Desa Belobao Kecamatan Wulan Doni Kabupaten Lambata Nusa Tenggara Timur.

Menurut Kapolres Sambas AKBP Cahyo mengungkapkan bahwa para Korban dibawa oleh Achmad Ardi Bin Abdullah, dengan menggunakan mobil Toyota Hilux Warna putih dengan nomor Polisi QAA 7552 N. Kata kapolres pada saat itu mereka sedang berhenti di rumah makan Dinda Sajingan Besar bersama be 10 orang, yang terdiri dari 7 pria dan 3 wanita. Mereka rencananya akan dibawa ke Malasyia untuk dipekerjakan di sana.

“Namun sebelum rencana itu terlaksana sudah terendus terlebih dahulu oleh Pihak Kepolisian , sehingga niatan tersebut dapat digagalkan” Katanya.

Kata kapolres pihaknya, mengamankan mereka karena mereka tidak memiliki ijin untuk menempatkan atau mempekerjakan Tenaga Kerja keluar negeri,oleh karenanya pelaku bisa dijerat dengan undang undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang, krn calon korbannya masih dibawah umur.

“Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap mereka” jelasnya.

Lebih lanjut kapolres mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan oleh Kepolisian antara lain satu unit Toyata Hilux warna putih nomor Polisi QAA 7552 N, 11 pasport milik calon korban dan Pelaku, 3 buah Hand phone.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar kombes Suhadi mengatakan, terkait dengan kasus Human Trafficking in person, mengingatkan kepada warga Masyarakat Kalimantan Barat, supaya tidak mudah terbujuk rayu, dengan iming iming gaji yang besar, akan dipekerjakan di Restauran dan sebagainya, kesrmuanya itu hanya tipu daya para pelaku, agar para korban mengikutinya.

Kata Suhadi tidak sedikit warga Indonesia yang menjadi korban Trafficking in person, karena selain faktor ekonomi juga latar belakang pendidikan yg pas pasan dan tidak memiliki keahlian, sehingga dinegara tujuan mereja diekploitasi.

Selama bulan september ini saja, sudah tiga kali Polres jajaran Polda Kalimantan barat menggagalkan Human Trafficking in person, mulai dari Polsek Selatan Polresta Pontianak dengan calon Korban dari Sukabumi, kemudian di Entikong tanggal 1 September juga menggagalkan kejahatan Human Trafgicking In person dengan calon Korban 12 orang berasal dari Nusa Tenggara Barat.

Rencana tindak lanjut kata Kapolres Sambas, akan mempercepat proses dengan memeriksa saksi saksi, saat ini sudah ada tiga orang yg diperiksa, mulai dari pelaku Achmad Ardi bin Abdullah, Herli Setiaji dan Asgar Hidayat.mudah mudahan proses cepat tuntas, sehingga pelaku segera bisa ditahan untuk mempertanggung jawabkannya., untuk itu Kpolres akan sesegera mungkin berkordinasi dengan konsul Malaysia dan pihak petugas di batas negara.( MW/Humas Polfa ).