Waduh, 64 Ribu Penduduk Melawi Belum Miliki e-KTP

oleh

Ilustrasi e-KTPMELAWINEWS.COM, MELAWI – Ada 64.237 penduduk Melawi yang hingga hari ini belum melakukan perekaman. Padahal Kemendagri sudah memberikan batas waktu hingga 30 September mendatang agar seluruh penduduk Indonesia ber KTP Elektronik.

“Baru 98.852 orang yang sudah memiliki KTP Elektronik dari total 162.843 wajib KTP. Jadi masih 64.237  masyarakat Melawi belum terekam atau memiliki e-KTP,” kata Hamidun, Sekretaris Disdukcapil Melawi.

Padahal, lanjut Hamidun, sosialisasi dan upaya jemput bola sudah dilakukan instansinya agar seluruh masyarakat memiliki KTP Elektronik. Tapi berbagai hambatan, baik persoalan medan hingga penolakan dari masyarakat sendiri menjadi salah satu penyebabnya.

“Tak jarang ada masyarakat yang tidak mau direkam. Padahal kami sudah datang langsung ke desa-desa untuk melakukan jemput bola. Alasan warga ada yang merasa sudah tua, sehingga tak perlu lagi memiliki e-KTP,” keluhnya.

Padahal, lanjut Hamidun, saat ini e-KTP hampir selalu digunakan untuk mengurus berbagai pelayanan publik, mulai dari perbankan, melamar pekerjaan, sampai layanan kesehatan. Namun, memang tak jarang di wilayah pedalaman masih banyak masyarakat yang enggan mengurus e-KTP.

“Ada juga karena persoalan jarak yang terlalu jauh dari desanya menuju ibukota sehingga sulit untuk mengurus e-KTP. Karena sebagian besar penduduk datang langsung ke Disdukcapil untuk melakukan perekaman,” jelasnya.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk segera merekam data kependudukan atau membuat E-KTP.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Arif Zudan Fakrulloh menegaskan, data E-KTP yang pertama diperlukan untuk database agar dapat diakses, baik oleh perbankan, BPJS, dan lembaga pelayanan masyarakat lainnya.

“Untuk itu, Kemendagri memberikan tenggat waktu pengurusan E-KTP itu sampai dengan 30 September 2016 mendatang,” kata Zudan di Jakarta seperti dikutip dari setkab.go.id.

Dari data Disdukcapil, kecamatan Nanga Pinoh menjadi yang tertinggi untuk penduduk yang belum melakukan perekaman dengan total 12.458 jiwa, kemudian Sayan dengan 8.871 jiwa disusul Sokan dengan 7.425 jiwa dan Menukung dengan 7.366 jiwa. Bahkan untuk Sayan, Sokan dan Belimbing Hulu, lebih banyak warga yang belum melakukan perekaman ketimbang yang telah memiliki KTP Elektronik.